Senin, 04 Mei 2015

IPTEK



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam bentang sejarah, terdapat beragam sikap umat islam terhadap teknologi. Ada sebagian umat Islam yang menganggap dirinya murni dan seratus persen mengikuti sunah Nabi sehingga mereka anti dan resisten terhadap hal-hal baru termasuk teknologi.
Ada juga sebagian umat Islam yang moderat, yang mampu memakai ajaran-ajaran Islam secara lentur, fleksibel dan kontekstual sehingga mereka mau dan terbuka dalam menerima perkembangan zaman termasuk teknologi. Ada pula yang kebablasan menerima semua yang baru tanpa saringan dan kritik sehingga terkesan liberal dan semau nafsunya.
Bagaimana teknologi seharusnya disikapi terutama dalam konteks pengembangan pendidikan Islam? Ini menjadi pertanyaan besar bagi para pelaku dan praktisi pendidikan yang urgen dan harus dijawab. Sebab selama ini memang ada kesan bahwa Islam dalam bidang teknologi sangat tertinggal jauh bila dibandingkan dengan negara-negara lain.
Sebagai umat Islam kita semua sudah sangat memahami bahwa perintah pertama yang ditrima Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT adalah “membaca”. Tapi kita belum menghayati betul apa yang terkandung dibalik perintah itu. Pada saat kita bersekolah dulu, kita tidak mendapatkan gambaran yang jelas dari perintah membaca itu, karena memang tidak dijelaskan secara rinci, dan pengetahuan kitapun menjadin sangat verbal. Perintah membaca tersebut dapat dijabarkan secara lebih luas, rinci dan sedikit ilmiah. Misalnya, kita melihat bahwa dari perintah membaca inilah pengambil alihan ilmu pengetahuan tersebar keseluruh penjuru dunia, dan berkembang menjadi milik kolektif umat manusia secara turun temurun dalam bentuk karya-karya tulis seperti buku, majalah, laporan, catatan-catatan dan sebagainya yang sangat penting untuk dikembangkan lebih lanjut, sehingga menjadi temuan-temuan dan rumus-rumus ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat bermanfaat bagi kemajuan dan kelangsungan hidup umat manusia dari zaman ke zaman.


B.     TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai sarana untuk belajar bagi siapa saja yang membacanya, selain itu juga sebagai bahan untuk berdiskusi. Sehingga diharapkan dengan makalah ini pembaca mendapatkan manfaat dan bertambah wawasan.

C.    RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan ilmu pengatahuan?
2.      Apa yang dimaksud dengan teknologi?
3.      Ayat apa sajakah yang menjelaskan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi?

BAB II
PEMBAHASAN

1.      ILMU PENGETAHUAN
A.    Definisi Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan atau sains menurut rumusan yang dikemukakan oleh Prof. DR. A. Baiquni adalah himpunan pengeahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian dan dapat diterima rasio. Artinya dapat dinalar. Dengan kata lain ilmu pengetahuan adalah himpunan rasionalitas kolektif insani.
Secara garis besar ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu ilmu pengetahuan kealaman (natural sciences) dan ilmu pengetahuan kemasyarakatan (social sciences).
Ilmu pengetahuan kealaman (natural sciences) yaitu suatu ilmu yang diperoleh melaluio obsetvasi atau pengamatan, pengumpulan data, analisis terhadap data, dan pengambilan kesimpulan umum yang sistematis dan rasional tentang alam sekitar, baik yang hidup seperti manusia, bintang dan tumbuh-tumbuhan maupun yang tidak hidupatau tidak benyaw aseperti benda-benda samawi, gunung, laut, sungai, danau dan lain-lain.
Sedangkan ilmu pengetahuan kemasyarakatan (social sciences) yaitu ilmu yang tidak bersangkut paut dengan fenomena-fenomena kealaman, tapi berkaitan dengan gejala-gejala dalam masyarakat/manusia, sepeti pola hidup, tata bubungan, tata ila, hukum dan sebagainya.
Oleh karena tu, bila ingin hidup sejahtera di dunia amaka tidak ada pihak lain kecuali memiliki ilmu pengetahuan. Bila ingin hidup bahagia di akhirat kelak juga dengan ilmu pengetahuan (agama), dan jika ingin menggapai keduanya (kebahagiaan dunia dan akhirat) juga harus dengan ilmu pengetahuan (al hadits).
Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan hidup duniawi dan ukhrawi hanya bisa dicapai dengan ilmu. Kita tahu persis bahwa beriman tapi bodoh tidak akan banyak memberi manfaat kepada sesama dan lingkungan, bahkan akan menjadi beban orang lain, diejek, dihina atau mungin diperalat dan dijajah orang lain. Dengan kata lain fungsi kekhalifahan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.
Sebaliknya pandai (menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi) tapi tidak beriman, maka bagaikan berjalan di tempat gelap, tak tahu arah dan tujuan, akibatnya ilmu yang dimiliki hanya untuk memperdaya orang lain, menyengsarakan, bahkan membuat kerusakan-kerusakan dan sebagainya.

2.      TEKNOLOGI
A.    Pengertian Teknologi
Kata ‘teknologi’ berasal dari bahasa Yunani technologia, gabungan dari dua kata, techne dan logia. Techne artinya craft atau keahlian dan logia adalah mempelajari sesuatu atau cabang dari disiplin pengetahuan. Teknologi selalu berkaitan dengan perangkat, alat bantu manusia dan spesies binatang lainnya dan bagaimana ia memberikan efek terhadap kemampuan sebuah spesies untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Dalam pengertian yang lebih luas, teknologi dapat meliputi pengertian sistem, organisasi, juga teknik. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, pengertian tekologi menjadi semakin meluas, sehingga saat ini teknologi merupakan sebuah konsep yang berkaitan dengan jenis penggunaan dan pengetahuan tentang alat dan keahlian, dan bagaimana ia dapat memberi pengaruh pada kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengubah sesuatu yang ada disekitarnya.
Jadi, teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusia untuk dapat memanfaatkan alam dan sesuatu yang ada disekelilingnya secara lebih maksimal. Dengan demikian, secara sederhana teknologi bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan manusia.
Adapun teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan kealaman secara sistematis dalam proses produktif ekonomis untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia.
Degan mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi fungsi manusia sebagai khalifatullah fil ardi dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, misalnya: dengan penguasaan rumus-rumus matematis orang menciptakan kompas, komputer dan peralatan canggih lainnya sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk yang berkaitan dengan keagamaan, misalnya dalam menentukan awal bulan Khamariah, awal Ramadhan, Syawal, menghitung zakat mal, harta warisan dan sebagainya. Contoh lain, dengan memahami ilmu kimia sederhana orang dapat merubah beras ketan atau ubi singkong menjadi tape yang mengandung unsur air, gula dan alkohol. Dengan menguasai bioteknologi orang dapat menanam pohon yang dalam waktu singkat menghasilkan buah yang besar-besar dan rasanya manis.

B.     Manfaat Teknologi
Seiring dengan berkembangnya ilmu, yakni dengan semakin bercabangnya sebagai gugus ilmu yang ada menjadi lebih spesifik dan khusus, maka kemudian muncul disiplin teknologi pendidikan.
Teknologi pendidikan dalam pengertian yang sederhana adalah satu sistem yang meliputi alat dan bahan media, organisasi, yang digunakan secara terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Seperti halnya teknologi pada umumnya, dalam disiplin ini, teknologi dibahas sedemikian rupa untuk memberikan sesuatu yang baru dan mencerahkan bagi aktivitas pembelajaran. Jadi, bisa disebut, untuk efisiensi dan efektivitas, agar kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan, dan semacamnya.
Ada yang menyebutkan beberapa manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan sebagai berikut: (1) meningkatkan motivasi siswa; (2) digital portofolio efektif dan efisien; (3) menambah wawasan dan cakrawala berpikir; (4) menumbuhkan jiwa kebersamaan; (5) menjadi alat ukur konsep pembelajaran yang kita lakuakan dengan sekolah dari negara lain.
Salah satu manfaat penting yang dapat ditemukan dari penggunaan perangkat teknologi dalam kegiatan pembelajaran adalah soal akses. Teknologi informasi dan komunikasi mempermudah kita untuk mengakses sumber-sumber informasi dan pengetahuan. Internet adalah contoh yang paling mudah dikemukakan.
Dengan internet, kita dapat mengakses jutaan sumber informasi yang dibutuhkan dengan sangat mudah. Saat ini, diinternet cukup banyak website yang menyediakan bahan-bahan yang sangat menarik untuk ditampilkan dan dipergunakan diruang pembelajaran di sekolah. Selain itu, fasilitas surat elektronik dan grup diskusi (mailing list) dapat menjadi media komunikasi yang sangat bermanfaat.
Selain sebagai sumber informasi dan media komunikasi, internet juga dapat berfungsi sebagai media publikasi yang murah, mudah, dan mendunia. Belakangan ini, populer sekali penggunaan fasilitas weblog diinternet. Weblog adalah semacam catatan harian yang dapat ditampilkan diinternet. Banyak situs yang menyediakan tempat untuk ngeblog, mulai dari Blogger yang merupakan bagian dari Google, atau jurnal di Multiply.
Internet hanya salah satu contoh dari teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk aktifitas pembelajaran. Selain itu, sebenarnya banyak piranti lunak (software) yang telah dibuat yang sangat mendukung untuk media pembelajaran, baik produk lokal maupun produk perusahaan sekelas Microsoft.
Selain piranti lunak yang sudah jadi, media komputer juga menyediakan berbagai piranti lunak yang sangat membantu dan dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Mulai dari pengolah kata, pengolah data numerik, hingga data visual. Berbagai piranti lunak itu memiliki potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan dan membuat kegiatan pembelajaran lebih mudah, menarik, dan menghibur. Makromedia Flash misalnya, menginspirasi guru untuk menggunakan media animasi flash sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dicerna.
Bentuk-bentuk teknologi pendidikan secara umum akan optimal bila menggunakan seluruh aspek berpikir manusia. Manusia berpikir bila dia: (1) menerima informasi dunia realitas dari panca indranya; (2) memasukkan informasi ke dalam otaknya; (3) mengolah/menghubungkan informasi itu dengan informasi yang tersimpan sebelumnya.
Karena itu teknologi pendidikan yang baik akan menggunakan (1) sebanyak mungkin jalur indra, setidaknya tekstual, visual, dan akustikal, namun  tentunya lebih optimal lagi kalau juga indra penciuman, perasaan maupun perabaan; (2) sebanyak mungkin bagian otak, baik otak kiri yang bersifat analitis rasional, otak kanan yang bersifat intuitif-kreatif-emosional maupun bagian otak yang disebut God-Spot yang bertanggung-jawab atas perasaan spiritual; (3) membantu menghubungkan dengan informasi yang tersimpan sebelumnya atau yang pernah dialami atau dipelajari siswa.
Berikut ini adalah tiga contoh gagasan teknologi pendidikan Islam berbasis komputer guna mengajarkan suatu topik dalam (1) Fisika, (2) Biologi, (3) Ekonomi.
(1)Untuk mengajar fisika-mekanika, ditunjukkan film audio-visual berbagai peristiwa alam (air terjun, jatuhnya batu, pergerakan benda langit). Diakhir film disampaikan ayat Al-Qur’an atau hadist tentang alam semesta untuk menghubungkan intelektualitas dengan spiritualitas. Lalu ada teks dan rumus matematis yang menjelaskan fenomena itu, dan dibeberapa tempat terdapat soal untuk menguji ingatan dan analisis pelajar.
Diakhir kajian terdapat ayat yang mendorong pemanfaatan mekanika secara syar’i, dilanjutkan film aplikasi mekanika yang baru dipelajari (PLTA, peluncur roket untuk jihad, satelit), termasuk dampak bila aplikasi itu bertentangan dengan syari’at (banjir, teror atas bumu Islam, satelit mata-mata asing).
Kemudian terdapat uji-kreatifitas untuk merangsang pelajar menerapkan ilmunya dalam simulasi. Seluruh sesi diakhiri dengan muhasabah (introspeksi diri) untuk meningkatkan betapa kecilnya manusia, dan aplikasi teknologi apapun justru dapat mendatangkan bencana bila bertentangan dengan syari’at.
(2)Untuk mengajar biologi-lingkungan ditunjukkan film audio-visual berbagai jenis makhluk hidup (pohon, serangga, mamalia). Diakhir film disampaikan ayat Qur’an atau Hadist tentang kehidupan untuk menghubungkan intelektualitas dengan spiritualitas. Lalu ada teks dan yang menjelaskan fenomene itu, dan dibeberapa tempat terdapat soal untuk menguji ingatan.
Diakhir kajian terdapat ayat yang mendorong pemanfaatan ekologi secara syar’i, dilanjutkan film yang menunjukkan aplikasi ekologi yang baru dipelajari (reboisasi hutan, biopestisida, peternakan), termasuk dampak bila aplikasi itu bertentangan dengan syari’at (kerusakan hutan, hama, kepunahan bison). Kemudian terdapat uji-kreatifitas untuk merangsang pelajar menerapkan ilmunya dalam simulasi. Seluruh sesi diakhiri dengan muhasabah untuk meningkatkan betapa kecilnya manusia, dan aplikasi teknologi apapun justru dapat mendatangkan bencana bila bertentangan dengan syari’at.
(3)Untuk mengajar ekonomi perdagangan yang berarti suatu realitas masyarakat manusia, ditunjukkan film audio-visual berbagai aktifitas manusia (jual-beli, kafilah dagang, bank).
Diakhir film disampaikan ayat Qur’an atau Hadist tentang manusia yang menghubungkan intelektualitas ke spiritualitas. Lalu ada teks yang menjelaskan fenomena itu ditambah beberapa ayat yang spesifik mengatur sistem ekonomi dimasyarakat. Dibeberapa tempat terdapat soal untuk menguji ingatan.
Diakhir kajian terdapat ayat yang mendorong pemanfaatan ilmu ekonomi perdagangan secara syar’i, dilanjutkan film yang menunjukkan aplikasi ekonomi yang baru dipelajari (desain pasar, jaringan logistik, bank syari’ah), termasuk dampak bila aplikasi itu bertentangan dengan koridor syari’at (penipuan, penimbunan, jeratan hutang). Lalu terdapat uji-kreatifitas untuk merangsang pelajar menerapkan ilmunya dalam simulasi. Seluruh sesi diakhiri dengan muhasabah untuk meningkatkan betapa kecilya manusia, dan ilmu apapun dapat mendatangkan bencana bila bertentangan dengan syari’at.
Memang perlu kerja keras untuk merealisasi material teknologi pendidikan Islam untuk segala jenis topik disemua jenis pelajaran. Namun upaya semacam ini akan menjadi mudah ketika ada dukungan masyarakat. Dan bentuk masyarakat yang paling optimal untuk itu adalah dalam bentuk negara Khilafah.
Dalam konteks pembelajaran, kehadiran teknologi informasi dan komunikasi menuntut keterbukaan sikap dan mental dari civitas kependidikan untuk mengubah paradigma atau cara pandang mereka terkait dengan aktifitas kependidikan. Yuyun Estriyanto menyebutkan beberapa perubahan budaya pembelajaran yang patut diperhatikan.
Diantara yang disebutkan yang menarik untuk dicermati adalah bahwa, dengan pemanfaatan teknologi, guru tak lagi menjadi satu-satunya sumber otoritas atau sumber informasi, karena teknologi mengubah sumber pengetahuan menjadi tak terbatas. Jadi, guru kadang kemudian lebih berperan sebagai pendamping, pengarah, atau fasilitator.
 Hasil gambar untuk iptek

3.      AYAT TENTANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Islam Dan Iptek Pada Masa Lalu 
            Fakta sejarah tentang Islam dan Iptek pada masa lalu menujukan bahwa Islam pada masa lalu sudah maju dan menjadi pelopor bagi pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena orang barat pada waktu itu banyak berkiblat kedunia islam manakala mereka harus belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan Al – Qur’an menjadi sumber dan rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa lalu para ilmuwan sudah belajar mengenai astronomi dan ilmu perbintangan. Mereka tertarik dengan ilmu perbintangan karena dalam Al – Qur’an ada ayat yang memuat masalah tersebut yaitu pada surat An Nahl, 16 : 15,16
15. dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
16. dan (dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). dan dengan bintang-bintang Itulah mereka mendapat petunjuk.

            Para ilmuan islam tertarik dengan ayat tersebut, karena keadaan alam di daerah Timur Tengah yang terdiri dari hamparan pasir, manakala pada malam hari tiba maka tampaklah bintang – bintang bertaburan di langit yang cerah. Pada sekitar abad ke 3 hijriah, para ilmuwan islam sudah aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu teknologi. Pada masa itu antara lain ilmuwan yang terkenal adalah Yusuf Ya’qub Al Kindi atau lebih populer dengan sebutan Al Kindi, beliau adalah seorang “filosof arab” tapi beliau juga ahli dalam kimia, mineralogi, dan metalurgi.
            Selain pada masa itu, pada abad ke 12 banyak karya ilmuwan islam yang menjadi acuan orang barat. Tulisan para ilmuwan islam pada waktu itu sangat terkenal dan selalu dicari untuk diterjemahkan dalam bahasa latin. Memang benar bahwa pada masa lalu Islam pernah menjadi pelopor dan mengalami kejayaan dalam bidang iptek, sehingga orang orang barat banyak yang mengutip menterjemahkan dan meniru hasil penemuan ilmuwan islam.
            Tetapi pada masa sekarang ini umat islam tertinggal dalam kemajuan iptek, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah :
1.      Kesadaran orng barat akan arti penting penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peningkatan kesejahteraan rakyat sangatlah tinggi. Oleh karena itu orang barat ingin mengambil alih kemajuan iptek umat islam.
2.      Ketergantungan negara – negara Islam terhadap ekonomi eropa, lama kelamaan menjadi suatau bentuk ketergantungan dalam bidang pemerintahan. Inilah awal mula pemerintahan kolonialisme barat.
3.      Akibat kolonialisme negara – negara Islam yang semula menggunakan bahasa Arab mulai terdesak oleh bahasa penjajah. Keadaan ini sedikit banyak telah menjauhkan mereka dari Al – Qur’an padahal Al – Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.

Islam Dan Iptek Pada Masa Kini

            Iptek pada saat ini sudah demikian majunya, tentu masih ingat bahwa pesawat ruang angkasa Apollo 11 milik Amerika serikat pada tanggal 16 Juli 1969 telah berhasih membawa manusia dan mendarat di bulan dengan baik. Bila di perhatiakan dengan cermat hal tersebut bersangkutan dengan QS Ar – Rahman 55:33 sebagai berikut :
33. Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Kandungan Surat Ar Rahman ayat 33.
Ayat 33 dari surat Ar Rahman ini memiliki dua pengertian yang nampaknya berbeda akan tetapi dapat dipadukan, dua pengertian tersebut adalah :
1.      Pengertian berdimensi akhirat, yaitu penegasan kepada jin dan manusia bahwa pada hari pembalasan nanti mereka tidak akan dapat lari dari pembalasan Allah
SWT. Sebab untuk lari dan keluar dari penjuru langit dan bumi memerlukan kekuatan dan kekuasaan. Sementara itu kekuasaan Allah swt. meliputi semua penjuru langit dan bumi, sedangkan kondisi mereka pada saat itu tidak mempunyai daya dan kekuatan. Maka dari manakah mereka akan mendapatkan kekuasaan itu?
2.      Pengertian berdimensi dunia, bahwa manusia dan jin ditantang oleh Allah SWT. untuk dapat menembus, melintasi dan menjelajah daerah-daerah samawi (luar angkasa) dan bumi. Untuk diambil manfaatnya bagi hidup dan kehidupan manusia. Tantangan Allah swt. tersebut juga diikuti oleh petunjuk dasar melakukannya, yaitu dengan “Sultan” yang berarti kekuatan dan kekuasaan, atau dengan kata lain kekuatan fisik serta penguasaan ilmu dan teknologi. Dalam kaitan ini, perlu mendapatkan perhatian khusus bahwa teks Al Qur’an tidak hanya menyebutkan penetrasi daerah-daerah samawi, akan tetapi juga penetrasi di bumi, dalam arti masuk dalam-dalam ke bumi. Demikianlah salah satu dari ayat Al Qur’an, permasalahannya adalah bukan bagaimana umat Islam atau non muslim mengakui kebenaran Al Qur’an semata, lebih dari itu adalah bagaimana intelektual Islam dapat mengaktualisasikan dan
            mengimplementasikan Al Qur’an ke dalam maraknya kemajuan.

Kita mengambil kesimpulan ayat diatas berdasarkan tafsiran yang nomer 2 bahwa Allah SWT menantang manusia untuk terbang ke luar angkasa dan ternyata bisa sampai ke bulan, yang di maksud dengan kekuatan pada ayat diatas adalah IPTEK. Sebab ipteklah yang dapat mengantarkan manusia untuk sampai kebulan. Tanpa kekuatan iptek maka benda apapun yang dilempar ke angkasa akan jatuh lagi ke bumi karena adanya gravitasi.


Iptek Pada Masa Mendatang

            Sudah kita sadari bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus berkembang, sesuai dengan perkembangan zaman. Melalui iptek manusia berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi dirinya, sebab peradaban yang maju identik dengan tingkat kesejahteraan dan kemakmuran yang baik. Iptek juga memberi kemudahan – kemudahan pada manusia. Pada masa mendatang iptek sudah sedemikian majunya, sehingga dengan kemajuan tersebut manusia akan berusaha menggali dan mengeduk kekayaan alam untuk kemakmuran umat manusia.
            Tindakan ini tentu dapat menimbulkan gangguan pada ekosistem yang berakibat pada kerusakan alam. Allah SWT sudah mengingatkan manusia dalam surat Ar – Ruum, 30 :41
 
41. telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

            Jadi Allah sudah mengingatkan manusia untuk jangan merusak ekosistem yang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang pada akhirnya berdampak juga bagi manusia. Bukan berarti karena iptek sudah maju, manusia harus merusak ekosistem yang ada, kerusakan lingkungan saat ini sudah mulai terasa.
            Contoh lain tentang Islam dan iptek pada masa mendatang, adalah eutanasia yaitu dengan mengakhiri hidup dengan cara yang “enak dan menyenangkan”. tanda kutip enak dan menyenagkan adalah dugaan manusia saja. Sedangkan dalam islam tegas menyatakan bahwa eutanasia telah mendahului kehendak Allah dan hal ini di peringatkan melalui firman Allah dalam QS Al – Maaidah, 5:32
32. oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

            Dalam ayat diatas bahwa Allah SWT tidak membenarkan bunuh diri. Eutanasia atau minta mati sebelum waktunya apapun alasannya adalah mendahului kehendak Allah SWT. Jadi bukan berarti bila kita sudah memahami iptek, lalu menggunakan iptek dengan cara yang salah. Walaupun iptek akan terus berkembang tetapi tetap berpeganglah terhadap Al – Qur’an bahwa Al – Qur’an adalah sumber dari ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
            Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari mencari hikmah karena didalam Al – Qur’an banyak sekali di jumpai ilmu pengetahuan baik itu tersirat maupun tersurat. Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah penting bagi kemajuan suatu bangsa dan hal ini berkaitan dengan kemampuan memahami kebenaran ajaran Allah yang telah diberikan kepada manusia.

Bagi setiap muslim dan muslimah, pasti sudah tidak asing lagi dengan ayat berikut:



Artinya: Dan diantara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.




            Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan didalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantaramu orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan”.
            Berdasarkan ayat tersebut kiranya tergambar dengan jelas bahwa beriman dan berilmu pengetahuan merupakan syarat mutlak untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagaimana do’a atau permohonan yang selalu kita ucapkan setiap hari.



BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Iptek suatu singkatan yang sering digunakan orang untuk mengartikan masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Iptek sering diucapkan sesering orang mengucapkan IMTAK, yaitu singkatan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT. Mengapa belajar IPTEK itu wajib? Jawabnya, karena kehidupan pada zaman modern ini manusia tidak bisa lepas dari masalah iptek.  Memang bukan hanya iptek saja yang bisa membuat hidup manusia menjadi nyaman tetapi karena adanya IMTAK yaitu Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.
            Sekarang ini orang mudah untuk berkomunikasi, karenya kemajuan iptek dalam bidang telekomunikasi. Misalnya televisi, telpon genggam, facsimile, e-mail adalah sarana yang digunakan orang pada era modern ini. Dalam bidang transportasi saat ini pun sudah menampakan kemajuan.

B.     KRITIK DAN SARAN
Dengan selesainya materi dan pembahasan yang telah dimuat dalam makalah ini, tentu memiliki kekurangan atau kesalahan yang mungkin kurang berkenan di hati para pembaca. Oleh karenanya, kami sebagai penulis makalah ini meminta kesediaannya untuk memberikan kritik dan saran kepada kami. Dengan adanya kritik dan saran dari pembaca, kami mampu mengevaluasi kembali hasil makalah yang telah kami buat, dan memperbaiki kesalahan tersebut dengan baik. Kritik dan saran dari pembaca diharapkan mampu membuat kami belajar dari kesalahan dan memotivasi agar menjadi lebih baik lagi.


















DAFTAR PUSTAKA

Djaelani Kadir. Drs, Konsepsi Pendidikan Agama Islam, Penerbit “CV Putra Harapan”                                Jakarta, 2000.
Al Anshori. Dr. H, Informasi Pendidikan Islam, Penerbit “Gunung Persada Press” Jakarta, 2010.
Wardana, Wisnu Arya, Melacak Teori Einstein Dalam Al-Qur’an, Penerbit “Pustaka Pelajar” Yogyakarta, 2005.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar