BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Dalam bentang sejarah, terdapat beragam sikap umat islam terhadap
teknologi. Ada sebagian umat Islam yang menganggap dirinya murni dan seratus
persen mengikuti sunah Nabi sehingga mereka anti dan resisten terhadap hal-hal
baru termasuk teknologi.
Ada juga sebagian umat Islam yang moderat, yang mampu memakai
ajaran-ajaran Islam secara lentur, fleksibel dan kontekstual sehingga mereka
mau dan terbuka dalam menerima perkembangan zaman termasuk teknologi. Ada pula
yang kebablasan menerima semua yang baru tanpa saringan dan kritik sehingga
terkesan liberal dan semau nafsunya.
Bagaimana teknologi seharusnya disikapi terutama dalam konteks
pengembangan pendidikan Islam? Ini menjadi pertanyaan besar bagi para pelaku
dan praktisi pendidikan yang urgen dan harus dijawab. Sebab selama ini memang
ada kesan bahwa Islam dalam bidang teknologi sangat tertinggal jauh bila
dibandingkan dengan negara-negara lain.
Sebagai umat Islam kita semua sudah sangat memahami bahwa perintah
pertama yang ditrima Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT adalah “membaca”. Tapi
kita belum menghayati betul apa yang terkandung dibalik perintah itu. Pada saat
kita bersekolah dulu, kita tidak mendapatkan gambaran yang jelas dari perintah
membaca itu, karena memang tidak dijelaskan secara rinci, dan pengetahuan
kitapun menjadin sangat verbal. Perintah membaca tersebut dapat dijabarkan
secara lebih luas, rinci dan sedikit ilmiah. Misalnya, kita melihat bahwa dari
perintah membaca inilah pengambil alihan ilmu pengetahuan tersebar keseluruh
penjuru dunia, dan berkembang menjadi milik kolektif umat manusia secara turun
temurun dalam bentuk karya-karya tulis seperti buku, majalah, laporan,
catatan-catatan dan sebagainya yang sangat penting untuk dikembangkan lebih
lanjut, sehingga menjadi temuan-temuan dan rumus-rumus ilmu pengetahuan dan
teknologi yang sangat bermanfaat bagi kemajuan dan kelangsungan hidup umat
manusia dari zaman ke zaman.
B.
TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai sarana untuk
belajar bagi siapa saja yang membacanya, selain itu juga sebagai bahan untuk
berdiskusi. Sehingga diharapkan dengan makalah ini pembaca mendapatkan manfaat
dan bertambah wawasan.
C.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa
yang dimaksud dengan ilmu pengatahuan?
2.
Apa
yang dimaksud dengan teknologi?
3.
Ayat
apa sajakah yang menjelaskan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
ILMU
PENGETAHUAN
A.
Definisi
Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan atau sains menurut rumusan yang dikemukakan oleh
Prof. DR. A. Baiquni adalah himpunan pengeahuan manusia yang dikumpulkan
melalui proses pengkajian dan dapat diterima rasio. Artinya dapat dinalar.
Dengan kata lain ilmu pengetahuan adalah himpunan rasionalitas kolektif insani.
Secara garis besar ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam dua
kelompok besar, yaitu ilmu pengetahuan kealaman (natural sciences) dan
ilmu pengetahuan kemasyarakatan (social sciences).
Ilmu pengetahuan kealaman (natural sciences) yaitu suatu
ilmu yang diperoleh melaluio obsetvasi atau pengamatan, pengumpulan data,
analisis terhadap data, dan pengambilan kesimpulan umum yang sistematis dan
rasional tentang alam sekitar, baik yang hidup seperti manusia, bintang dan
tumbuh-tumbuhan maupun yang tidak hidupatau tidak benyaw aseperti benda-benda
samawi, gunung, laut, sungai, danau dan lain-lain.
Sedangkan ilmu pengetahuan kemasyarakatan (social sciences) yaitu
ilmu yang tidak bersangkut paut dengan fenomena-fenomena kealaman, tapi
berkaitan dengan gejala-gejala dalam masyarakat/manusia, sepeti pola hidup,
tata bubungan, tata ila, hukum dan sebagainya.
Oleh karena tu, bila ingin hidup sejahtera di dunia amaka tidak
ada pihak lain kecuali memiliki ilmu pengetahuan. Bila ingin hidup bahagia di
akhirat kelak juga dengan ilmu pengetahuan (agama), dan jika ingin menggapai
keduanya (kebahagiaan dunia dan akhirat) juga harus dengan ilmu pengetahuan (al
hadits).
Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan hidup duniawi dan ukhrawi
hanya bisa dicapai dengan ilmu. Kita tahu persis bahwa beriman tapi bodoh tidak
akan banyak memberi manfaat kepada sesama dan lingkungan, bahkan akan menjadi
beban orang lain, diejek, dihina atau mungin diperalat dan dijajah orang lain.
Dengan kata lain fungsi kekhalifahan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.
Sebaliknya pandai (menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi) tapi
tidak beriman, maka bagaikan berjalan di tempat gelap, tak tahu arah dan
tujuan, akibatnya ilmu yang dimiliki hanya untuk memperdaya orang lain,
menyengsarakan, bahkan membuat kerusakan-kerusakan dan sebagainya.
2.
TEKNOLOGI
A.
Pengertian
Teknologi
Kata ‘teknologi’ berasal dari bahasa Yunani technologia, gabungan
dari dua kata, techne dan logia. Techne artinya craft atau
keahlian dan logia adalah mempelajari sesuatu atau cabang dari disiplin
pengetahuan. Teknologi selalu berkaitan dengan perangkat, alat bantu manusia
dan spesies binatang lainnya dan bagaimana ia memberikan efek terhadap
kemampuan sebuah spesies untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungannya.
Dalam pengertian yang lebih luas, teknologi dapat meliputi
pengertian sistem, organisasi, juga teknik. Akan tetapi, seiring dengan
perkembangan dan kemajuan zaman, pengertian tekologi menjadi semakin meluas,
sehingga saat ini teknologi merupakan sebuah konsep yang berkaitan dengan jenis
penggunaan dan pengetahuan tentang alat dan keahlian, dan bagaimana ia dapat
memberi pengaruh pada kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengubah
sesuatu yang ada disekitarnya.
Jadi, teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusia untuk
dapat memanfaatkan alam dan sesuatu yang ada disekelilingnya secara lebih
maksimal. Dengan demikian, secara sederhana teknologi bertujuan untuk mempermudah
pemenuhan kebutuhan manusia.
Adapun teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan kealaman secara
sistematis dalam proses produktif ekonomis untuk menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan umat manusia.
Degan mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi fungsi
manusia sebagai khalifatullah fil ardi dapat dijalankan dengan
sebaik-baiknya, misalnya: dengan penguasaan rumus-rumus matematis orang
menciptakan kompas, komputer dan peralatan canggih lainnya sehingga dapat
dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk yang berkaitan dengan keagamaan,
misalnya dalam menentukan awal bulan Khamariah, awal Ramadhan, Syawal,
menghitung zakat mal, harta warisan dan sebagainya. Contoh lain, dengan
memahami ilmu kimia sederhana orang dapat merubah beras ketan atau ubi singkong
menjadi tape yang mengandung unsur air, gula dan alkohol. Dengan menguasai
bioteknologi orang dapat menanam pohon yang dalam waktu singkat menghasilkan
buah yang besar-besar dan rasanya manis.
B.
Manfaat
Teknologi
Seiring dengan berkembangnya ilmu, yakni dengan semakin bercabangnya
sebagai gugus ilmu yang ada menjadi lebih spesifik dan khusus, maka kemudian
muncul disiplin teknologi pendidikan.
Teknologi pendidikan dalam pengertian yang sederhana adalah satu
sistem yang meliputi alat dan bahan media, organisasi, yang digunakan secara
terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Seperti halnya teknologi pada
umumnya, dalam disiplin ini, teknologi dibahas sedemikian rupa untuk memberikan
sesuatu yang baru dan mencerahkan bagi aktivitas pembelajaran. Jadi, bisa
disebut, untuk efisiensi dan efektivitas, agar kegiatan pembelajaran menjadi
menyenangkan, dan semacamnya.
Ada yang menyebutkan beberapa manfaat teknologi informasi dan
komunikasi dalam pendidikan sebagai berikut: (1) meningkatkan motivasi siswa;
(2) digital portofolio efektif dan efisien; (3) menambah wawasan dan cakrawala
berpikir; (4) menumbuhkan jiwa kebersamaan; (5) menjadi alat ukur konsep
pembelajaran yang kita lakuakan dengan sekolah dari negara lain.
Salah satu manfaat penting yang dapat ditemukan dari penggunaan
perangkat teknologi dalam kegiatan pembelajaran adalah soal akses. Teknologi
informasi dan komunikasi mempermudah kita untuk mengakses sumber-sumber
informasi dan pengetahuan. Internet adalah contoh yang paling mudah
dikemukakan.
Dengan internet, kita dapat mengakses jutaan sumber informasi yang
dibutuhkan dengan sangat mudah. Saat ini, diinternet cukup banyak website yang
menyediakan bahan-bahan yang sangat menarik untuk ditampilkan dan dipergunakan
diruang pembelajaran di sekolah. Selain itu, fasilitas surat elektronik dan
grup diskusi (mailing list) dapat menjadi media komunikasi yang sangat
bermanfaat.
Selain sebagai sumber informasi dan media komunikasi, internet juga
dapat berfungsi sebagai media publikasi yang murah, mudah, dan mendunia.
Belakangan ini, populer sekali penggunaan fasilitas weblog diinternet. Weblog
adalah semacam catatan harian yang dapat ditampilkan diinternet. Banyak situs
yang menyediakan tempat untuk ngeblog, mulai dari Blogger yang merupakan bagian
dari Google, atau jurnal di Multiply.
Internet hanya salah satu contoh dari teknologi informasi dan
komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk aktifitas pembelajaran. Selain itu,
sebenarnya banyak piranti lunak (software) yang telah dibuat yang sangat
mendukung untuk media pembelajaran, baik produk lokal maupun produk perusahaan
sekelas Microsoft.
Selain piranti lunak yang sudah jadi, media komputer juga
menyediakan berbagai piranti lunak yang sangat membantu dan dapat meningkatkan
mutu pembelajaran. Mulai dari pengolah kata, pengolah data numerik, hingga data
visual. Berbagai piranti lunak itu memiliki potensi yang cukup besar untuk
dimanfaatkan dan membuat kegiatan pembelajaran lebih mudah, menarik, dan
menghibur. Makromedia Flash misalnya, menginspirasi guru untuk menggunakan
media animasi flash sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan mudah
dicerna.
Bentuk-bentuk teknologi pendidikan secara umum akan optimal bila
menggunakan seluruh aspek berpikir manusia. Manusia berpikir bila dia: (1)
menerima informasi dunia realitas dari panca indranya; (2) memasukkan informasi
ke dalam otaknya; (3) mengolah/menghubungkan informasi itu dengan informasi
yang tersimpan sebelumnya.
Karena itu teknologi pendidikan yang baik akan menggunakan (1)
sebanyak mungkin jalur indra, setidaknya tekstual, visual, dan akustikal,
namun tentunya lebih optimal lagi kalau
juga indra penciuman, perasaan maupun perabaan; (2) sebanyak mungkin bagian
otak, baik otak kiri yang bersifat analitis rasional, otak kanan yang bersifat
intuitif-kreatif-emosional maupun bagian otak yang disebut God-Spot yang
bertanggung-jawab atas perasaan spiritual; (3) membantu menghubungkan dengan
informasi yang tersimpan sebelumnya atau yang pernah dialami atau dipelajari siswa.
Berikut ini adalah tiga contoh gagasan teknologi pendidikan Islam
berbasis komputer guna mengajarkan suatu topik dalam (1) Fisika, (2) Biologi,
(3) Ekonomi.
(1)Untuk mengajar fisika-mekanika, ditunjukkan film audio-visual
berbagai peristiwa alam (air terjun, jatuhnya batu, pergerakan benda langit).
Diakhir film disampaikan ayat Al-Qur’an atau hadist tentang alam semesta untuk
menghubungkan intelektualitas dengan spiritualitas. Lalu ada teks dan rumus
matematis yang menjelaskan fenomena itu, dan dibeberapa tempat terdapat soal
untuk menguji ingatan dan analisis pelajar.
Diakhir kajian terdapat ayat yang mendorong pemanfaatan mekanika
secara syar’i, dilanjutkan film aplikasi mekanika yang baru dipelajari (PLTA,
peluncur roket untuk jihad, satelit), termasuk dampak bila aplikasi itu
bertentangan dengan syari’at (banjir, teror atas bumu Islam, satelit mata-mata
asing).
Kemudian terdapat uji-kreatifitas untuk merangsang pelajar
menerapkan ilmunya dalam simulasi. Seluruh sesi diakhiri dengan muhasabah (introspeksi
diri) untuk meningkatkan betapa kecilnya manusia, dan aplikasi teknologi apapun
justru dapat mendatangkan bencana bila bertentangan dengan syari’at.
(2)Untuk mengajar biologi-lingkungan ditunjukkan film audio-visual
berbagai jenis makhluk hidup (pohon, serangga, mamalia). Diakhir film
disampaikan ayat Qur’an atau Hadist tentang kehidupan untuk menghubungkan
intelektualitas dengan spiritualitas. Lalu ada teks dan yang menjelaskan
fenomene itu, dan dibeberapa tempat terdapat soal untuk menguji ingatan.
Diakhir kajian terdapat ayat yang mendorong pemanfaatan ekologi
secara syar’i, dilanjutkan film yang menunjukkan aplikasi ekologi yang baru
dipelajari (reboisasi hutan, biopestisida, peternakan), termasuk dampak bila
aplikasi itu bertentangan dengan syari’at (kerusakan hutan, hama, kepunahan
bison). Kemudian terdapat uji-kreatifitas untuk merangsang pelajar menerapkan
ilmunya dalam simulasi. Seluruh sesi diakhiri dengan muhasabah untuk
meningkatkan betapa kecilnya manusia, dan aplikasi teknologi apapun justru
dapat mendatangkan bencana bila bertentangan dengan syari’at.
(3)Untuk mengajar ekonomi perdagangan yang berarti suatu realitas
masyarakat manusia, ditunjukkan film audio-visual berbagai aktifitas manusia
(jual-beli, kafilah dagang, bank).
Diakhir film disampaikan ayat Qur’an atau Hadist tentang manusia
yang menghubungkan intelektualitas ke spiritualitas. Lalu ada teks yang
menjelaskan fenomena itu ditambah beberapa ayat yang spesifik mengatur sistem
ekonomi dimasyarakat. Dibeberapa tempat terdapat soal untuk menguji ingatan.
Diakhir kajian terdapat ayat yang mendorong pemanfaatan ilmu
ekonomi perdagangan secara syar’i, dilanjutkan film yang menunjukkan aplikasi
ekonomi yang baru dipelajari (desain pasar, jaringan logistik, bank syari’ah),
termasuk dampak bila aplikasi itu bertentangan dengan koridor syari’at
(penipuan, penimbunan, jeratan hutang). Lalu terdapat uji-kreatifitas untuk
merangsang pelajar menerapkan ilmunya dalam simulasi. Seluruh sesi diakhiri
dengan muhasabah untuk meningkatkan betapa kecilya manusia, dan ilmu apapun
dapat mendatangkan bencana bila bertentangan dengan syari’at.
Memang perlu kerja keras untuk merealisasi material teknologi
pendidikan Islam untuk segala jenis topik disemua jenis pelajaran. Namun upaya
semacam ini akan menjadi mudah ketika ada dukungan masyarakat. Dan bentuk
masyarakat yang paling optimal untuk itu adalah dalam bentuk negara Khilafah.
Dalam konteks pembelajaran, kehadiran teknologi informasi dan komunikasi
menuntut keterbukaan sikap dan mental dari civitas kependidikan untuk mengubah
paradigma atau cara pandang mereka terkait dengan aktifitas kependidikan. Yuyun
Estriyanto menyebutkan beberapa perubahan budaya pembelajaran yang patut
diperhatikan.
Diantara yang disebutkan yang menarik untuk dicermati adalah bahwa,
dengan pemanfaatan teknologi, guru tak lagi menjadi satu-satunya sumber
otoritas atau sumber informasi, karena teknologi mengubah sumber pengetahuan
menjadi tak terbatas. Jadi, guru kadang kemudian lebih berperan sebagai
pendamping, pengarah, atau fasilitator.
3.
AYAT
TENTANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Islam Dan Iptek Pada Masa Lalu
Fakta sejarah
tentang Islam dan Iptek pada masa lalu menujukan bahwa Islam pada masa lalu
sudah maju dan menjadi pelopor bagi pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena orang barat pada waktu itu banyak berkiblat kedunia islam manakala
mereka harus belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan Al – Qur’an menjadi
sumber dan rujukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa lalu para ilmuwan
sudah belajar mengenai astronomi dan ilmu perbintangan. Mereka tertarik dengan
ilmu perbintangan karena dalam Al – Qur’an ada ayat yang memuat masalah
tersebut yaitu pada surat An Nahl, 16 : 15,16

15. dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak
goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar
kamu mendapat petunjuk,

16. dan (dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). dan dengan
bintang-bintang Itulah mereka mendapat petunjuk.
Para ilmuan islam
tertarik dengan ayat tersebut, karena keadaan alam di daerah Timur Tengah yang
terdiri dari hamparan pasir, manakala pada malam hari tiba maka tampaklah
bintang – bintang bertaburan di langit yang cerah. Pada sekitar abad ke 3
hijriah, para ilmuwan islam sudah aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu
teknologi. Pada masa itu antara lain ilmuwan yang terkenal adalah Yusuf Ya’qub
Al Kindi atau lebih populer dengan sebutan Al Kindi, beliau adalah seorang
“filosof arab” tapi beliau juga ahli dalam kimia, mineralogi, dan metalurgi.
Selain pada masa
itu, pada abad ke 12 banyak karya ilmuwan islam yang menjadi acuan orang barat.
Tulisan para ilmuwan islam pada waktu itu sangat terkenal dan selalu dicari
untuk diterjemahkan dalam bahasa latin. Memang benar bahwa pada masa lalu Islam
pernah menjadi pelopor dan mengalami kejayaan dalam bidang iptek, sehingga
orang orang barat banyak yang mengutip menterjemahkan dan meniru hasil penemuan
ilmuwan islam.
Tetapi pada masa
sekarang ini umat islam tertinggal dalam kemajuan iptek, hal itu disebabkan
oleh beberapa faktor antara lain adalah :
1.
Kesadaran
orng barat akan arti penting penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi
peningkatan kesejahteraan rakyat sangatlah tinggi. Oleh karena itu orang barat
ingin mengambil alih kemajuan iptek umat islam.
2.
Ketergantungan
negara – negara Islam terhadap ekonomi eropa, lama kelamaan menjadi suatau
bentuk ketergantungan dalam bidang pemerintahan. Inilah awal mula pemerintahan
kolonialisme barat.
3.
Akibat
kolonialisme negara – negara Islam yang semula menggunakan bahasa Arab mulai
terdesak oleh bahasa penjajah. Keadaan ini sedikit banyak telah menjauhkan
mereka dari Al – Qur’an padahal Al – Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Islam
Dan Iptek Pada Masa Kini
Iptek pada saat ini sudah demikian
majunya, tentu masih ingat bahwa pesawat ruang angkasa Apollo 11 milik Amerika
serikat pada tanggal 16 Juli 1969 telah berhasih membawa manusia dan mendarat
di bulan dengan baik. Bila di perhatiakan dengan cermat hal tersebut
bersangkutan dengan QS Ar – Rahman 55:33 sebagai berikut :

33.
Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru
langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan
kekuatan.
Kandungan
Surat Ar Rahman ayat 33.
Ayat
33 dari surat Ar Rahman ini memiliki dua pengertian yang nampaknya berbeda akan
tetapi dapat dipadukan, dua pengertian tersebut adalah :
1.
Pengertian
berdimensi akhirat, yaitu penegasan kepada jin dan manusia bahwa pada hari
pembalasan nanti mereka tidak akan dapat lari dari pembalasan Allah
SWT. Sebab untuk lari dan keluar dari penjuru langit dan bumi
memerlukan kekuatan dan kekuasaan. Sementara itu kekuasaan Allah swt. meliputi
semua penjuru langit dan bumi, sedangkan kondisi mereka pada saat itu tidak
mempunyai daya dan kekuatan. Maka dari manakah mereka akan mendapatkan
kekuasaan itu?
2.
Pengertian
berdimensi dunia, bahwa manusia dan jin ditantang oleh Allah SWT. untuk dapat
menembus, melintasi dan menjelajah daerah-daerah samawi (luar angkasa) dan
bumi. Untuk diambil manfaatnya bagi hidup dan kehidupan manusia. Tantangan
Allah swt. tersebut juga diikuti oleh petunjuk dasar melakukannya, yaitu dengan
“Sultan” yang berarti kekuatan dan kekuasaan, atau dengan kata lain kekuatan
fisik serta penguasaan ilmu dan teknologi. Dalam kaitan ini, perlu mendapatkan
perhatian khusus bahwa teks Al Qur’an tidak hanya menyebutkan penetrasi
daerah-daerah samawi, akan tetapi juga penetrasi di bumi, dalam arti masuk
dalam-dalam ke bumi. Demikianlah salah satu dari ayat Al Qur’an, permasalahannya
adalah bukan bagaimana umat Islam atau non muslim mengakui kebenaran Al Qur’an
semata, lebih dari itu adalah bagaimana intelektual Islam dapat
mengaktualisasikan dan
mengimplementasikan Al Qur’an ke
dalam maraknya kemajuan.
Kita mengambil kesimpulan
ayat diatas berdasarkan tafsiran yang nomer 2 bahwa Allah SWT menantang manusia
untuk terbang ke luar angkasa dan ternyata bisa sampai ke bulan, yang di maksud
dengan kekuatan pada ayat diatas adalah IPTEK. Sebab ipteklah yang dapat
mengantarkan manusia untuk sampai kebulan. Tanpa kekuatan iptek maka benda
apapun yang dilempar ke angkasa akan jatuh lagi ke bumi karena adanya
gravitasi.
Iptek
Pada Masa Mendatang
Sudah kita sadari bahwa ilmu
pengetahuan dan teknologi akan terus berkembang, sesuai dengan perkembangan
zaman. Melalui iptek manusia berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran
bagi dirinya, sebab peradaban yang maju identik dengan tingkat kesejahteraan
dan kemakmuran yang baik. Iptek juga memberi kemudahan – kemudahan pada
manusia. Pada masa mendatang iptek sudah sedemikian majunya, sehingga dengan
kemajuan tersebut manusia akan berusaha menggali dan mengeduk kekayaan alam
untuk kemakmuran umat manusia.
Tindakan ini tentu dapat menimbulkan
gangguan pada ekosistem yang berakibat pada kerusakan alam. Allah SWT sudah
mengingatkan manusia dalam surat Ar – Ruum, 30 :41
41. telah nampak
kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay
Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar
mereka kembali (ke jalan yang benar).
Jadi Allah sudah mengingatkan
manusia untuk jangan merusak ekosistem yang mengakibatkan kerusakan lingkungan
yang pada akhirnya berdampak juga bagi manusia. Bukan berarti karena iptek sudah
maju, manusia harus merusak ekosistem yang ada, kerusakan lingkungan saat ini
sudah mulai terasa.
Contoh lain tentang Islam dan iptek
pada masa mendatang, adalah eutanasia yaitu dengan mengakhiri hidup dengan cara
yang “enak dan menyenangkan”. tanda kutip enak dan menyenagkan adalah dugaan
manusia saja. Sedangkan dalam islam tegas menyatakan bahwa eutanasia telah
mendahului kehendak Allah dan hal ini di peringatkan melalui firman Allah dalam
QS Al – Maaidah, 5:32

32.
oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa:
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh)
orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan
Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara
kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan
manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami
dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara
mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan
dimuka bumi.
Dalam ayat diatas bahwa Allah SWT
tidak membenarkan bunuh diri. Eutanasia atau minta mati sebelum waktunya apapun
alasannya adalah mendahului kehendak Allah SWT. Jadi bukan berarti bila kita
sudah memahami iptek, lalu menggunakan iptek dengan cara yang salah. Walaupun
iptek akan terus berkembang tetapi tetap berpeganglah terhadap Al – Qur’an
bahwa Al – Qur’an adalah sumber dari ilmu pengetahuan dan teknologi itu
sendiri.
Mempelajari ilmu pengetahuan dan
teknologi merupakan bagian dari mencari hikmah karena didalam Al – Qur’an
banyak sekali di jumpai ilmu pengetahuan baik itu tersirat maupun tersurat.
Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah penting bagi kemajuan
suatu bangsa dan hal ini berkaitan dengan kemampuan memahami kebenaran ajaran
Allah yang telah diberikan kepada manusia.
Bagi
setiap muslim dan muslimah, pasti sudah tidak asing lagi dengan ayat berikut:
Artinya:
Dan diantara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa
neraka”.

Artinya: “Wahai orang-orang yang
beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan didalam
majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantaramu orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan”.
Berdasarkan ayat tersebut kiranya
tergambar dengan jelas bahwa beriman dan berilmu pengetahuan merupakan syarat
mutlak untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagaimana do’a atau
permohonan yang selalu kita ucapkan setiap hari.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Iptek suatu singkatan yang sering digunakan orang untuk mengartikan
masalah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Iptek sering diucapkan sesering orang
mengucapkan IMTAK, yaitu singkatan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT. Mengapa belajar
IPTEK itu wajib? Jawabnya, karena kehidupan pada zaman modern ini manusia tidak
bisa lepas dari masalah iptek. Memang
bukan hanya iptek saja yang bisa membuat hidup manusia menjadi nyaman tetapi
karena adanya IMTAK yaitu Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.
Sekarang ini orang
mudah untuk berkomunikasi, karenya kemajuan iptek dalam bidang telekomunikasi.
Misalnya televisi, telpon genggam, facsimile, e-mail adalah sarana yang
digunakan orang pada era modern ini. Dalam bidang transportasi saat ini pun sudah
menampakan kemajuan.
B.
KRITIK
DAN SARAN
Dengan selesainya materi dan pembahasan yang telah dimuat dalam
makalah ini, tentu memiliki kekurangan atau kesalahan yang mungkin kurang
berkenan di hati para pembaca. Oleh karenanya, kami sebagai penulis makalah ini
meminta kesediaannya untuk memberikan kritik dan saran kepada kami. Dengan
adanya kritik dan saran dari pembaca, kami mampu mengevaluasi kembali hasil
makalah yang telah kami buat, dan memperbaiki kesalahan tersebut dengan baik.
Kritik dan saran dari pembaca diharapkan mampu membuat kami belajar dari
kesalahan dan memotivasi agar menjadi lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Djaelani
Kadir. Drs, Konsepsi Pendidikan Agama Islam, Penerbit “CV Putra
Harapan” Jakarta, 2000.
Al
Anshori. Dr. H, Informasi Pendidikan Islam, Penerbit “Gunung Persada
Press” Jakarta, 2010.
Wardana,
Wisnu Arya, Melacak Teori Einstein Dalam Al-Qur’an, Penerbit “Pustaka
Pelajar” Yogyakarta, 2005.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar