Pembahasan
بِسۡمِ ٱللهِ
ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١)
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢)
ٱلرَّحۡمَـٰنِٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِيَوۡمِٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَنَعۡبُدُوَإِيَّاكَنَسۡتَعِينُ
(٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَٱلَّذِينَأَنۡعَمۡتَعَلَيۡهِمۡغَيۡرِٱلۡمَغۡضُوبِعَلَيۡهِمۡوَلَاٱلضَّآلِّينَ
(٧)
A. MUKADIMAH
NAMA,
TEMPAT DITURUNKAN DAN BANYAK AYAT
Surah
Qur’an yang pertama itu dikenal dengan berbagai nama dan sebutan yang umum
diketauhi adalah Al-Fatihah,ummul Qur’an atau ummul Kitab dan As-Sab’ul
Matsani.
1.Al-fatihah
Kata
“al-fatihah” itu terambil dari kata “fataha” yang berarti “membuka” atau
“memulai”, dan al-fatihah disini berarti “pembukaan” atau “permulaan”. Surat
ini dinamai “al-fatihah” karena dengan surat inilah dibuka al-qur’anul karim,
artinya dengan surat inilah dimulai tertib urut susunan surat-surat Al-Qur’an.
Meletakkannya dipermulaan Al-Qur’an adalah dengan perintah dari Nabi Muhammad
SAW sendiri (tauqifi)
2.
Ummul Qur’an atau Ummul Kitab
Disamping
nama Al-Fatihah maka surat ini juga dinamai “Ummul Qur’an” (induk Al-Qur’an)
atau “Ummul kitab” (induk Al-Kitab ). Surat Al-Fatihah ini dinamai Ummul Qur’an
atau Ummul kitab, karena dia merupakan induk, pokok, atau basis bagi Al-Qur’an
seluruhnya, dengan arti bahwa surat Al-Fatihah ini mengandung pokok-pokok isi
Al-Qur’an
3.
As-sab’ul Matsani
Surat
Al-Fatihah ini juga dinamai “As-sab’ul Matsani” (tujuh yang berulang-ulang).
Dinamai demikian, karena ayatnya berjumlah tujuh ayat dan dibaca berulang-ulang
dalam salat.Surat Al-Fatihah diturunkan di makkah, jadi termasuk surat-surat
makiyah. Diturunkan diwaktu shalat mula-mula disyari’atkan dan diwajibkan
membacaya di dalam shalat, karena itu ia adalah
surat yang pertama diturunkan dengan lengkap. Padanya terdapat
kesimpulan dari isi keseluruhan Al-Qur’an, seperti telah di sebutkan diatas.
B.Keutamaan surah al
fatihah
Tabarsi bertutur,dari
ubay,bahwa”siapapun yang membaca fatihah akan di beri pahala sebanyak dia
membaca dua pertiga isi Qur’an, dan sebanyak dia memberi sedekah kepada setiap
pria dan wanita yang taqwa”(tabarsi,l,h.36).
Arti fatihah terletak pada kedudukan
nya yang penting dalam sembahyang sehari hari, karena surah itu di lafalkan
sebanyak tujuh belas kali. walaupun singkat,ia memiliki dua unsur yang amat
penting, yaitu do’a dan ucapan syukur(hmd).ia juga espresi yang seimbang dari
keesaan Tuhan, kekuasaan Nya, kasih Nya, dan kehormatan manusia sebagai hamba
dari Tuhan Yang Satu.
Sebagai sumber pengetahuan suci,
fatihah memiliki kekuatan- kekuatan misterius dan penyembuhan. Ia sering di
gunakan sebagai aji penyembuh penyakit(rakiyah). Fatihah (dan sering bahkan
hanya basmallah) di gunakan untuk menghilangkan penyakit, menghalang ketakutan,
dan memberkati semua tindakan seorang muslim.
Hadist yng di riwayatkan oleh Al
bukhari, Ahmad, Abu daud dan Annasa’i dari Hadist Abu sa’id bin Al mu’alla:
bahwa Rasulullah Saw bersabda kepada nya, (sungguh aku akan mengajari mu surat
yang paling agung di dalam Al Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid).
Lalu
beliau meraih tanganku, dan ketika beliau hendak keluar dari mesjid, aku
berkata “ wahai rasulullah, bukankah tadi engkau berkata ‘sungguh aku akan
mengajari mu surat yang paling agung di dalam Al Qur’an? Beliau bersabda: benar,
(segala puji bagi allah rabb semesta alam). itulah tujuh ayat yang di ulang
ulang di dalam al qur’an nan agung yang di berikan kepada ku).
C.KEUTAMAAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Dalam
surah alfatihah, lafal pembukaan, basmallah, sudah sejak lama menduduki tempat
penting dalam kehidupan beragama umat muslim. Dalam basmallah itu keimanan
muslim dapat melihat tujuan lurus sasaran nya dan nasib nya. Sebab itu
naisaburi berkeras bahwa surah at taubah (taubat) tidak di mulai dengan
basmallah karena ia berisi pernyataan-pernyataan mengenai perjuangan dan
pemutusan hubungan atau( bara’ah)
Ada beberapa pendapat ulama’
berkenaan dengan” basmallah” yang terdapat pada permulaan suatu surat. Diantara
pendapat-pendapat itu yang termahsyur ialah :
1. “basmallah” itu adalah suatu ayat yang tersendiri, di
turunkan allah untuk jadi kepala masing- masing surat, dan pembatas antara
surat dengan surat yang lain. Jadi dia bukanlah satu arat dari al fatihah atau
dari sesuatu surat yang lain, yang di mulai dengan basmallah itu. Ini adalah
pendapat imam malik beserta alih kira’at dan fukoha madinah, basrah dan
syam,dan juga pendapat imam abu hanifah dan pengikut-pengikutnya. Sebab itu
menurut imam abu hanifah “basmallah” itu tidak di keraskan membaca nya dalam
shalat bahkan imam malik tidak membaca basmallah sama sekali.
2. “basmalah”
adalah salah satu ayat dari Al-Fatihah, dan dari sesuatu surat yang lain, yang
dimulai dengan “basmalah”. Ini adalah pendapat imam Syafi’i beserta ahli
qira’ah Mekah dan
Kufah. Sebab itu menurut mereka
“basmalah” itu dibaca dengan surah keras dalam salat(jahar).
Kalau kita perhatikan bahwa
sahabat-sahabat Rasulullah SAW telah sependapat menuliskan “basmallah” pada
permulaan sesuatu surat dari surat-surat
Al-Qur’anul Karim itu, kecuali surat At-Taubah (karena memang dari
semula turunnya tidak dimulai dengan basmalah) dan bahwa Rasulullah SAW melarang menuliskan sesuatu
yang bukan Al-Qur’an supaya tidak bercampur aduk dengan Al-Qur’an. sebab itu
oleh mereka tidak dituliskan “amin” diakhir surat Al-Fatihah, Basmallah itu
adalah salah satu ayat dari Al-Qur’an atau dengan perkataan lain bahwa
“basmalah basmalah” yang terdapat di dalam Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat Al-Qur’an, lepas dari pendapat apakah satu
aya dari Al-Fatihah atau dari sesuatu suratyang lain, yang dimulai dengan
Basmallah atau tidak.
Hadits yang diriwayatkan oleh Sa’id
bin manshur dalam kitab sunannya, ibnu khuzaimah dalam pembahasan tentang
basmalah dengan Al-Baihaqi,dari ibnu Abbas, ia mengatakan, “syetan mencuri ayat
Al-Qur’an yang paling agung dari manusia,yaitu,
(Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).” Abu ubaid, ibnu
Mardawaih dan Al-Baihaqi di dalam Asy-Syu’ab juga meriwayatkan hadits serupa
dengannya dari Ibnu Abbas.
Ayat tersebut menegaskan bahwa
setiap perbuatan yang baik mesti di dahului dengan menyebut nama Allah. Dengan
penyebutan nama-Nya berarti menunjukkan pemusatan keimanan seseorang kepada
Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Kemurahan dan kasih sayang Allah
menandakan bahawa perbuatan yang sedang dilakukan itu mendapat izin dan
ridha-Nya. Dengan demikian, setiap amal yang dimulai dengan menyebut nama Allah
akan memperoleh pahala dan keridhaan dari Allah. Sebaliknya, amalan yang tidak
disebut nama Allah, maka akan sia-sia atau tidak memperoleh pahala dari –Nya.
D. KEUTAMAAN
AL- HAMDU LILLAHIRABBIL ‘ALAMIN
Kata
al hamdu(sinonim dengan ats-tsana) berarti segala puja dan puji. Maksud nya ,
hanya Allah yang berhak di puja dan sekaligus di puji dalam arti yang
sebenarnya. Kata “puja” berbeda dengan “puji”. “PUJA” biasanya di pakai untuk
menghormati sesuatu yang di anggap maha agung atau di anggap lebih tinggi dari
pada manusia.
Maka
ada orang yang memuja dewa, Rabbul
‘alamin adalah spesifikasi Allah yang berhak di puji. Maksud nya,Allah yang
berhak di puji adalah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur, mengawasi,
memelihara, dan mengontrol seluruh alam ini.
Maka
ketika manusia menerima nikmat, ia secara spontan mengucapkan al hamdulillah.
Karena yang memberi nikmat itu adalah Allah, maka segala keutamaan dan
kenikmatan ada di sisi Nya.
Hadist
yang diriwayatkan oleh Ahmad, an nasa’i, al hakim yang ia shahihkan, dan al
bukhari di dalam al adab al mufrad, dari al Al aslat bin sari’, ia berkata,
“aku berkata , ‘wahai rasulullah, bolehkah aku memaksakan pujian kepadamu
dengan pujian yang aku sanjungkan kepada rabb ku yang maha suci lagi maha
tinggi?’ beliau menjawab (padahal sesungguhnya rabb mu mencintai segala pujian.
Ada
dua hal ketika melafalkan al hamdalah:
·
Memiliki makna
memuji yaitu menyampaikan hal hal baik
tentang pihak lain
·
memiliki makna
bersyukur yaitu menyampaikan rasa syukur kepada pihak lain karena kita sudah
mendapatkan manfaat atau nikmat atas
orang yang kita syukur.
RABBUL
‘ALAMIN merupakan tauhuid rububiyah maksud nya Allah adalah tuhan yang
menumbuhkan kita atau menghidupkan atau mengembangkan atau memberi rezky atau
mendidik.
E. KEUTAMAAN AR- RAHMAN NIRRAHIM
Dalam
ayat selanjut nya Allah menegaskan kembali sifat rahman dan rahim nya. Meskipun
ia memiliki kekuasaan yang tidak trbatas itu bukan berarti dia”bertangan besi”
sehingga membiarkan makhluk nya, khusus nya manusia, begitu saja. Bahkan
sebalik nya, ia sangat menyayangi seluruh makhluk nya termasuk manusia. Kata
Ar-Rahman dalam ayat di atas berarti kelembutan dan kemurahan Allah kepada
siapa saja dari makhluk nya, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia baik kafir maupun
mukmin, sedangkan Ar-Rahim
menunjukan kasih sayang Allah hanya di berikan kepada orang yang beriman saja.
Pada
ayat di atas Allah SWT menerangkan bahwa dia adalah tuhan semesta alam maka
untuk mengingatkan hamba kepada nikmat dan karunia yang berganda-ganda yang
telah di limpahkan nya, serta sifat dan cinta kasih yang abadi pada diriNya, di
ulang nya sekali lagi menyebut ar rahman ar rahim. Yang demikian itu supaya
lenyap dari pikiran mereka dari gambaran keganasan dan ke dzaliman seperti
raja-raja yang di pertuan, yang bersifat sewenang-wenang. Dengan demikian
manusia akan mencintai Allah dan menyembah Allah dengan hati yang aman dan
tentram, bebas dari rasa takut dan gelisah. malah dia akan mengambil pelajaran
dari sifat-sifat tuhan.
F. KEUTAMAAN
MAALIKIYAUMIDDIN
Maalik(pemilik
atau penguasa) hari kemudian dan malik(raja) hari kemudian adalah dua pembacaan
yang tidak mencapai kesepakatan. Mereka yang membaca maalik berkeras berdasar
uraian ibnu abbas menurut tabari, bahwa pada hari pengadilan kelak Allah adalah
penguasa semua hal. Sedang mereka yang membaca malik(yang merupakan bentuk lain
dari lafal yang sama), berkeras bahwa “dunia adalah milik Allah sendiri dan
bukan milik satupun makhluk Nya, (sebagaimana tercantum dalam Qur’an) ’milik
siapa lah kerajaan raya di hari(pengadilan ini)? Milik Allah, maha esa, maha
penakhluk (Q.s.40:16) dunia adalah milik Allah
sendiri, dan dengan demikianlah dialah juga maalik( penguasa).
Oleh karena itu sebaik nya kata
maalik di baca dengan memanjangkan mim(ma) sesuai dengan text asli Al Qur’an.
Jadi pada hari pembalasan atau perhitungan amal (yaumiddin), hanya Allah yang
mempunyai wewenang untuk menentukan nasib akhir manusia; apakah iya bertempat
di surga atau di neraka. Maka, Allah akan memanggil orang-orang yang selama di
dunia senantiasa mengingat dan beribadah kepada Nya. Untuk menerima kasih
sayang Nya yaitu surga yang penuh kenikmatan.
G.KEUTAMAAN IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IN
Kata
iyyaka na’budu menunjukan pembatasan pusat penyembahan hanya kepada Allah saja;
tidak boleh kepada selain Nya. selanjut nya, kata iyyaka an nasta’in merupakan
pernyataan seorang hamba bahwa ia hanya memohon pertolongan kepada Allah saja;
tidak kepada yang lain. Mengajukan permohonan atau berdo’a kepada selain Allah
adalah syirik. “iyyaka” dalam ayat ini di ulang dua kali, gunanya untuk
menegaskan bahwa ibadat dan isti ‘amah itu masing-masing khusus di hadapkan
kepada Allah. Selain dari untuk dapat mencapai kelezatan munajat(berbicara)
dengan Allah. Karena bagi seorang hamba Allah yang menyembah dengan segenap
jiwa dan raga nya tak ada yang lebih nikmat dan lejat pada perasaan nya daripada
bermunajat dengan Allah. Ibnu
katsir menceritakan dari qatadah, bahwa ia mengatakan tentang ayat : (hanya
kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkau lah kami memohon
pertolongan), Allah memerintahkan kalian untuk memurnikan penghambaan kepada
Nya dan memohon pertolongan kepada Nya untuk urusan kalian.
H. KEUTAMAAN IHDINA
AS SHIRATAL MUSTAQIM
Setiap
manusia pasti akan merindukan hidayah Allah, karena semua manusia di ciptakan
berdasarkan hidayah Nya. Namun, kemudian manusia meninggalkan hidayah Allah dan
mengikuti petunjuk syaitan. Hidayah adalah anugerah Allah yang amat besar
kepada manusia, khusus nya orang beriman : oleh sebab itu, pemberian hidayah
kepada seseorang adalah hak rerogatif Allah; bahkan Nabi sekalipun tidak di
berikan hak untuk memberikan hidayah kepada seseorang yang di cintai nya.
Ketika Nabi Muhammad SAW mencoba membujuk paman nya untuk mengucapkan dua kalimat
syahadat, Allah menegurnya:
Sesungguhnya
kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi
Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih
mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (Al-Qashash :56)
Agar manusia dapat mengatur
kehidupan ini secara normal dan bermoral, maka Allah menganugerahkan 3 bentuk Hidayah
kepada manusia: pertama, Hidayah at-tauhidi arti nya potensi atau kesiapan
untuk meng Esakan Allah. kedua, Hidayah ad-dini artinya potensi atau kesiapan
manusia untuk menerima dan mengamalkan agama secara ikhlas dan benar. Ketiga,
Hidayah al-aqli arti nya pencerahan yang diberikan Allah kpada manusia berupa
akal sehat, pikiran yang briliant, dan daya kreasi yang spektakuler. Selanjut
nya, kata syiratal mustaqim secara literal berarti jalan yang lurus. Maksud nya
ialah sistem kehidupan yang tepat dan benar. Dalam pengertian yang lebih luas,
mustaqim merupaka arti fasi dari kata istiqamah.yang berarti konsisten atau teguh dalam
pendirian. Karena itu umat islam senantiasa memohon kepada Allah agar ditunjuki
kepada sikap, pemikiran dan keyakinan yang istiqamah. Istiqamah ini meliputi: 1. istiqamah i’tiqayah
yaitu setiap orang beriman tidak boleh merubah prinsip dan keyakinan nya
sebagaimana yang di ajarkan oleh Allah dan rasul Nya. 2. Istiqamah ubudiyah
artinya konsisten dalam beribadah kepada Allah SWT. 3. Itiqamah khulukiyah
adalah konsisten dalam berprilaku yang baik.
Orang yang memiliki sikap istiqamah dapat di tandai
pada ciri-ciri spesifikasi nya yaitu ikhlas, tawadhu, mempunyai semangat jihad
yang tinggi. Ibnu abbu hatim meriwayatkan dari ibnu abbas bahwa ia mengatakan:
(tunjukilah kami jalan yang lurus), adalah mengucapkan, “ilhamkan lah kepada
kami agamamu yang haq.” Ibnu jarir dan ibnu ibnu al-munzir juga meriwayatkan
serupa dengan dari nya. Waki’ meriwayatkan, juga abdul bin khumaid, ibnu jarir,
ibnu al-munjir serta al-hakim dan ia menshahihkan nya, dari jabir bin abdullah,
bahwa ia mengatakan, “itulah adalah agama Islam, dan itu lebih luas dari langit
dan bumi”. ibnu jarir juga meriwayatkan serupa itu dari ibnu abas. Ia juga
meriwayatkan serupa itu dari ibnu mas’ud dan sejumlah sahabat lain nya.
I.
Keutamaan
Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa laadhdhaalin
Jalan lurus dan benar yang dimaksud
dalam ayat 6 di atas dijelaskan oleh ayat 7 ini, yaitu jalan yang ditempuh oleh
para pendahulu dari kalangan orang-orang yang telah dianugerahkan nikmat oleh
Allah (Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim). Ayat 7 ini ditafsirkan oleh ayat
69 surah an-Nisa’:

Dan barang siapa yang menaati Allah dan
Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi
nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati
syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Para Nabi adalah utusan yang dipilih
oleh Allah untuk menyampaikan pelajaran kepada manusia. Mereka telah menepuh
jalan yang benar yaitu jalan yang di ridhai Allah SWT. Mereka memelihara dan
menyampaikan amanah Allah kepada umat mansia, yaitu realisasi dakwah dan
tanggung jawab.
Kalimat ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa
laadhdhaalin berarti bukan jalan yang
ditempuh oleh orang-orang yang dimurkai oleh Allah,adapunmereka orang - orang
yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala disebabkan mereka mengetahui ilmu,
akan tetapi mereka tidak mengamalkan ilmu nya dan memilih jalan kekafiran
daripada Islam, memilih jalan kesesatan daripada jalan keselamatan, mereka
adalah orang Yahudi dan orang semisal mereka. dan bukan pula sistem kehidupan
orang-orang yang sesat, mereka
adalah orang yang sesat disebabkan mereka mengamalkan sesuatu tanpa ilmu,
mereka beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan tata cara yang tidak
pernah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya,
sehingga
mereka beribadah dengan kebodohan, mereka adalah orang Nasrani dan orang
semisal mereka.. Ini merupakan permohonan orang mukmin kepada Allah agar
perjalanan hidupnya di jauhkan dari jalan yang salah dan sesat. Kata maghdhuub
mengacu kepada spesifikasi sampel kelompok oang yang mendapat kemurkaan Allah ,
yaitu orang-orang Yahudi. Sedangkan kata
adh-dhaalliin adalah orang-orang nasrani. Mereka dikatakan sesat karena
perbuatan mereka yang menjurus kepada penolakan terhadap kebenaran yang dibawa
nabi Isa AS.
MAUIZHAH
1.
Setiap kita melakukan
amal yang baik, maka kita diperintahkan untuk membaca basmalah
(bismillahirrahmaanirrahiim). Dalam kalimah basmalah mengandung kasih sayang
Allah dan keberkatan bagi setiap yang membacanya. Karena itu, amal yang tidak
dimulai dengan basmalah akan terputus pahalanya.
2.
Kalimah al-hamdulillah
merupakan ungkapan tasyakur seorang hamba kepada Allah SWT. Maka, setiap kali
kita mengucapkan hamdalah berarti kita menafikan segala pujian kepada yang
lain; dan yang berhak dipuji dan di puja hanyalah Allah.
3.
Sebelum kita memohon
sesuatu kepada Allah, alangkah baiknya jika kita terlebih dahulu memuji dan
beribadah kepada-Nya.
4.
Agar kita tetap berada
pada jalan yang benar dan lurus, maka setiap saat kita perlu memohon kepada Allah
agar dianugerahkan hidayah tauhid, hidayah agama, dan hidayah akal yang
tercerahkan.
5.
Sebagai panutan yang
teladan hidup, kita selayaknya menempuh jejak langkah yang oernah ditempuh oleh
para Nabi,Shiddiqin,Syuhada’ dan shalihin. Semua mereka adalah orang-orang yang
telah mendapat pengakuan dari Allah sebagai orang yang diberinikmat dan sebagai
calon penghuni syurga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar