Kamis, 07 Mei 2015

tafsir al-fatihah



  Pembahasan
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١)

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِيَوۡمِٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَنَعۡبُدُوَإِيَّاكَنَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَٱلَّذِينَأَنۡعَمۡتَعَلَيۡهِمۡغَيۡرِٱلۡمَغۡضُوبِعَلَيۡهِمۡوَلَاٱلضَّآلِّينَ (٧)
A.   MUKADIMAH

NAMA, TEMPAT DITURUNKAN DAN BANYAK  AYAT
Surah Qur’an yang pertama itu dikenal dengan berbagai nama dan sebutan yang umum diketauhi adalah Al-Fatihah,ummul Qur’an atau ummul Kitab dan As-Sab’ul Matsani.
1.Al-fatihah
Kata “al-fatihah” itu terambil dari kata “fataha” yang berarti “membuka” atau “memulai”, dan al-fatihah disini berarti “pembukaan” atau “permulaan”. Surat ini dinamai “al-fatihah” karena dengan surat inilah dibuka al-qur’anul karim, artinya dengan surat inilah dimulai tertib urut susunan surat-surat Al-Qur’an. Meletakkannya dipermulaan Al-Qur’an adalah dengan perintah dari Nabi Muhammad SAW sendiri (tauqifi)
2. Ummul Qur’an atau Ummul Kitab
Disamping nama Al-Fatihah maka surat ini juga dinamai “Ummul Qur’an” (induk Al-Qur’an) atau “Ummul kitab” (induk Al-Kitab ). Surat Al-Fatihah ini dinamai Ummul Qur’an atau Ummul kitab, karena dia merupakan induk, pokok, atau basis bagi Al-Qur’an seluruhnya, dengan arti bahwa surat Al-Fatihah ini mengandung pokok-pokok isi Al-Qur’an


3. As-sab’ul Matsani
Surat Al-Fatihah ini juga dinamai “As-sab’ul Matsani” (tujuh yang berulang-ulang). Dinamai demikian, karena ayatnya berjumlah tujuh ayat dan dibaca berulang-ulang dalam salat.Surat Al-Fatihah diturunkan di makkah, jadi termasuk surat-surat makiyah. Diturunkan diwaktu shalat mula-mula disyari’atkan dan diwajibkan membacaya di dalam shalat, karena itu ia adalah  surat yang pertama diturunkan dengan lengkap. Padanya terdapat kesimpulan dari isi keseluruhan Al-Qur’an, seperti telah di sebutkan diatas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                               
B.Keutamaan surah al fatihah
            Tabarsi bertutur,dari ubay,bahwa”siapapun yang membaca fatihah akan di beri pahala sebanyak dia membaca dua pertiga isi Qur’an, dan sebanyak dia memberi sedekah kepada setiap pria dan wanita yang taqwa”(tabarsi,l,h.36).
            Arti fatihah terletak pada kedudukan nya yang penting dalam sembahyang sehari hari, karena surah itu di lafalkan sebanyak tujuh belas kali. walaupun singkat,ia memiliki dua unsur yang amat penting, yaitu do’a dan ucapan syukur(hmd).ia juga espresi yang seimbang dari keesaan Tuhan, kekuasaan Nya, kasih Nya, dan kehormatan manusia sebagai hamba dari Tuhan Yang Satu.
            Sebagai sumber pengetahuan suci, fatihah memiliki kekuatan- kekuatan misterius dan penyembuhan. Ia sering di gunakan sebagai aji penyembuh penyakit(rakiyah). Fatihah (dan sering bahkan hanya basmallah) di gunakan untuk menghilangkan penyakit, menghalang ketakutan, dan memberkati semua tindakan seorang muslim.
            Hadist yng di riwayatkan oleh Al bukhari, Ahmad, Abu daud dan Annasa’i dari Hadist Abu sa’id bin Al mu’alla: bahwa Rasulullah Saw bersabda kepada nya, (sungguh aku akan mengajari mu surat yang paling agung di dalam Al Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid).

                                                                                                                                                                                                                                                                                            
Lalu beliau meraih tanganku, dan ketika beliau hendak keluar dari mesjid, aku berkata “ wahai rasulullah, bukankah tadi engkau berkata ‘sungguh aku akan mengajari mu surat yang paling agung di dalam Al Qur’an? Beliau bersabda: benar,Al-Fatihah Ayat 2 (segala puji bagi allah rabb semesta alam). itulah tujuh ayat yang di ulang ulang di dalam al qur’an nan agung yang di berikan kepada ku).
C.KEUTAMAAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Fatihah Ayat 1
Dalam surah alfatihah, lafal pembukaan, basmallah, sudah sejak lama menduduki tempat penting dalam kehidupan beragama umat muslim. Dalam basmallah itu keimanan muslim dapat melihat tujuan lurus sasaran nya dan nasib nya. Sebab itu naisaburi berkeras bahwa surah at taubah (taubat) tidak di mulai dengan basmallah karena ia berisi pernyataan-pernyataan mengenai perjuangan dan pemutusan hubungan atau( bara’ah)
            Ada beberapa pendapat ulama’ berkenaan dengan” basmallah” yang terdapat pada permulaan suatu surat. Diantara pendapat-pendapat itu yang termahsyur ialah :
1.      “basmallah”  itu adalah suatu ayat yang tersendiri, di turunkan allah untuk jadi kepala masing- masing surat, dan pembatas antara surat dengan surat yang lain. Jadi dia bukanlah satu arat dari al fatihah atau dari sesuatu surat yang lain, yang di mulai dengan basmallah itu. Ini adalah pendapat imam malik beserta alih kira’at dan fukoha madinah, basrah dan syam,dan juga pendapat imam abu hanifah dan pengikut-pengikutnya. Sebab itu menurut imam abu hanifah “basmallah” itu tidak di keraskan membaca nya dalam shalat bahkan imam malik tidak membaca basmallah sama sekali.
2.      “basmalah” adalah salah satu ayat dari Al-Fatihah, dan dari sesuatu surat yang lain, yang dimulai dengan “basmalah”. Ini adalah pendapat imam Syafi’i beserta ahli
qira’ah Mekah dan Kufah.  Sebab itu menurut mereka “basmalah” itu dibaca dengan surah keras dalam salat(jahar).

                                                                                                                                         
Kalau kita perhatikan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah SAW telah sependapat menuliskan “basmallah” pada permulaan sesuatu surat dari surat-surat  Al-Qur’anul Karim itu, kecuali surat At-Taubah (karena memang dari semula turunnya tidak dimulai dengan basmalah) dan bahwa  Rasulullah SAW melarang menuliskan sesuatu yang bukan Al-Qur’an supaya tidak bercampur aduk dengan Al-Qur’an. sebab itu oleh mereka tidak dituliskan “amin” diakhir surat Al-Fatihah, Basmallah itu adalah salah satu ayat dari Al-Qur’an atau dengan perkataan lain bahwa “basmalah basmalah” yang terdapat di dalam Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat  Al-Qur’an, lepas dari pendapat apakah satu aya dari Al-Fatihah atau dari sesuatu suratyang lain, yang dimulai dengan Basmallah atau tidak.
Hadits yang diriwayatkan oleh Sa’id bin manshur dalam kitab sunannya, ibnu khuzaimah dalam pembahasan tentang basmalah dengan Al-Baihaqi,dari ibnu Abbas, ia mengatakan, “syetan mencuri ayat Al-Qur’an yang paling agung dari manusia,yaitu, Al-Fatihah Ayat 1(Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).” Abu ubaid, ibnu Mardawaih dan Al-Baihaqi di dalam Asy-Syu’ab juga meriwayatkan hadits serupa dengannya dari Ibnu Abbas.
Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap perbuatan yang baik mesti di dahului dengan menyebut nama Allah. Dengan penyebutan nama-Nya berarti menunjukkan pemusatan keimanan seseorang kepada Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Kemurahan dan kasih sayang Allah menandakan bahawa perbuatan yang sedang dilakukan itu mendapat izin dan ridha-Nya. Dengan demikian, setiap amal yang dimulai dengan menyebut nama Allah akan memperoleh pahala dan keridhaan dari Allah. Sebaliknya, amalan yang tidak disebut nama Allah, maka akan sia-sia atau tidak memperoleh pahala dari –Nya.
D. KEUTAMAAN AL- HAMDU LILLAHIRABBIL ‘ALAMIN
Al-Fatihah Ayat 2
                Kata al hamdu(sinonim dengan ats-tsana) berarti segala puja dan puji. Maksud nya , hanya Allah yang berhak di puja dan sekaligus di puji dalam arti yang sebenarnya. Kata “puja” berbeda dengan “puji”. “PUJA” biasanya di pakai untuk menghormati sesuatu yang di anggap maha agung atau di anggap lebih tinggi dari pada manusia.
                                                                                                                                       
Maka ada orang yang memuja dewa,  Rabbul ‘alamin adalah spesifikasi Allah yang berhak di puji. Maksud nya,Allah yang berhak di puji adalah yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur, mengawasi, memelihara, dan mengontrol seluruh alam ini.
Maka ketika manusia menerima nikmat, ia secara spontan mengucapkan al hamdulillah. Karena yang memberi nikmat itu adalah Allah, maka segala keutamaan dan kenikmatan ada di sisi Nya.
Hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, an nasa’i, al hakim yang ia shahihkan, dan al bukhari di dalam al adab al mufrad, dari al Al aslat bin sari’, ia berkata, “aku berkata , ‘wahai rasulullah, bolehkah aku memaksakan pujian kepadamu dengan pujian yang aku sanjungkan kepada rabb ku yang maha suci lagi maha tinggi?’ beliau menjawab (padahal sesungguhnya rabb mu mencintai segala pujian.
Ada dua hal ketika melafalkan al hamdalah:
·         Memiliki makna memuji  yaitu menyampaikan hal hal baik tentang  pihak lain
·         memiliki makna bersyukur yaitu menyampaikan rasa syukur kepada pihak lain karena kita sudah mendapatkan manfaat  atau nikmat atas orang yang kita syukur.
RABBUL ‘ALAMIN merupakan tauhuid rububiyah maksud nya Allah adalah tuhan yang menumbuhkan kita atau menghidupkan atau mengembangkan atau memberi rezky atau mendidik.
                E. KEUTAMAAN AR- RAHMAN NIRRAHIM
Al-Fatihah Ayat 3
Dalam ayat selanjut nya Allah menegaskan kembali sifat rahman dan rahim nya. Meskipun ia memiliki kekuasaan yang tidak trbatas itu bukan berarti dia”bertangan besi” sehingga membiarkan makhluk nya, khusus nya manusia, begitu saja. Bahkan sebalik nya, ia sangat menyayangi seluruh makhluk nya termasuk manusia. Kata Ar-Rahman dalam ayat di atas berarti kelembutan dan kemurahan Allah kepada siapa saja dari makhluk nya, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia baik kafir maupun mukmin, sedangkan Ar-Rahim menunjukan kasih sayang Allah hanya di berikan kepada orang yang beriman saja.
                                                                                                                          
Pada ayat di atas Allah SWT menerangkan bahwa dia adalah tuhan semesta alam maka untuk mengingatkan hamba kepada nikmat dan karunia yang berganda-ganda yang telah di limpahkan nya, serta sifat dan cinta kasih yang abadi pada diriNya, di ulang nya sekali lagi menyebut ar rahman ar rahim. Yang demikian itu supaya lenyap dari pikiran mereka dari gambaran keganasan dan ke dzaliman seperti raja-raja yang di pertuan, yang bersifat sewenang-wenang. Dengan demikian manusia akan mencintai Allah dan menyembah Allah dengan hati yang aman dan tentram, bebas dari rasa takut dan gelisah. malah dia akan mengambil pelajaran dari sifat-sifat tuhan.
F. KEUTAMAAN MAALIKIYAUMIDDIN
Al-Fatihah Ayat 4
Maalik(pemilik atau penguasa) hari kemudian dan malik(raja) hari kemudian adalah dua pembacaan yang tidak mencapai kesepakatan. Mereka yang membaca maalik berkeras berdasar uraian ibnu abbas menurut tabari, bahwa pada hari pengadilan kelak Allah adalah penguasa semua hal. Sedang mereka yang membaca malik(yang merupakan bentuk lain dari lafal yang sama), berkeras bahwa “dunia adalah milik Allah sendiri dan bukan milik satupun makhluk Nya, (sebagaimana tercantum dalam Qur’an) ’milik siapa lah kerajaan raya di hari(pengadilan ini)? Milik Allah, maha esa, maha penakhluk (Q.s.40:16) dunia adalah milik Allah sendiri, dan dengan demikianlah dialah juga maalik( penguasa).
            Oleh karena itu sebaik nya kata maalik di baca dengan memanjangkan mim(ma) sesuai dengan text asli Al Qur’an. Jadi pada hari pembalasan atau perhitungan amal (yaumiddin), hanya Allah yang mempunyai wewenang untuk menentukan nasib akhir manusia; apakah iya bertempat di surga atau di neraka. Maka, Allah akan memanggil orang-orang yang selama di dunia senantiasa mengingat dan beribadah kepada Nya. Untuk menerima kasih sayang Nya yaitu surga yang penuh kenikmatan.



                                                                                                                                      
G.KEUTAMAAN  IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA’IN
Al-Fatihah Ayat 5
                Kata iyyaka na’budu menunjukan pembatasan pusat penyembahan hanya kepada Allah saja; tidak boleh kepada selain Nya. selanjut nya, kata iyyaka an nasta’in merupakan pernyataan seorang hamba bahwa ia hanya memohon pertolongan kepada Allah saja; tidak kepada yang lain. Mengajukan permohonan atau berdo’a kepada selain Allah adalah syirik. “iyyaka” dalam ayat ini di ulang dua kali, gunanya untuk menegaskan bahwa ibadat dan isti ‘amah itu masing-masing khusus di hadapkan kepada Allah. Selain dari untuk dapat mencapai kelezatan munajat(berbicara) dengan Allah. Karena bagi seorang hamba Allah yang menyembah dengan segenap jiwa dan raga nya tak ada yang lebih nikmat dan lejat pada perasaan nya daripada bermunajat dengan Allah.                                                                                  Ibnu katsir menceritakan dari qatadah, bahwa ia mengatakan tentang ayat : (hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkau lah kami memohon pertolongan), Allah memerintahkan kalian untuk memurnikan penghambaan kepada Nya dan memohon pertolongan kepada Nya untuk urusan kalian.
H. KEUTAMAAN IHDINA AS SHIRATAL MUSTAQIM
Al-Fatihah Ayat 6
                Setiap manusia pasti akan merindukan hidayah Allah, karena semua manusia di ciptakan berdasarkan hidayah Nya. Namun, kemudian manusia meninggalkan hidayah Allah dan mengikuti petunjuk syaitan. Hidayah adalah anugerah Allah yang amat besar kepada manusia, khusus nya orang beriman : oleh sebab itu, pemberian hidayah kepada seseorang adalah hak rerogatif Allah; bahkan Nabi sekalipun tidak di berikan hak untuk memberikan hidayah kepada seseorang yang di cintai nya. Ketika Nabi Muhammad SAW mencoba membujuk paman nya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, Allah menegurnya:
28:56      
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (Al-Qashash :56)
            Agar manusia dapat mengatur kehidupan ini secara normal dan bermoral, maka Allah menganugerahkan 3 bentuk Hidayah kepada manusia: pertama, Hidayah at-tauhidi arti nya potensi atau kesiapan untuk meng Esakan Allah. kedua, Hidayah ad-dini artinya potensi atau kesiapan manusia untuk menerima dan mengamalkan agama secara ikhlas dan benar. Ketiga, Hidayah al-aqli arti nya pencerahan yang diberikan Allah kpada manusia berupa akal sehat, pikiran yang briliant, dan daya kreasi yang spektakuler. Selanjut nya, kata syiratal mustaqim secara literal berarti jalan yang lurus. Maksud nya ialah sistem kehidupan yang tepat dan benar. Dalam pengertian yang lebih luas, mustaqim merupaka arti fasi dari kata istiqamah.yang berarti konsisten atau teguh dalam pendirian. Karena itu umat islam senantiasa memohon kepada Allah agar ditunjuki kepada sikap, pemikiran dan keyakinan yang istiqamah. Istiqamah ini meliputi: 1. istiqamah i’tiqayah yaitu setiap orang beriman tidak boleh merubah prinsip dan keyakinan nya sebagaimana yang di ajarkan oleh Allah dan rasul Nya. 2. Istiqamah ubudiyah artinya konsisten dalam beribadah kepada Allah SWT. 3. Itiqamah khulukiyah adalah konsisten dalam berprilaku yang baik.
            Orang  yang memiliki sikap istiqamah dapat di tandai pada ciri-ciri spesifikasi nya yaitu ikhlas, tawadhu, mempunyai semangat jihad yang tinggi. Ibnu abbu hatim meriwayatkan dari ibnu abbas bahwa ia mengatakan: (tunjukilah kami jalan yang lurus), adalah mengucapkan, “ilhamkan lah kepada kami agamamu yang haq.” Ibnu jarir dan ibnu ibnu al-munzir juga meriwayatkan serupa dengan dari nya. Waki’ meriwayatkan, juga abdul bin khumaid, ibnu jarir, ibnu al-munjir serta al-hakim dan ia menshahihkan nya, dari jabir bin abdullah, bahwa ia mengatakan, “itulah adalah agama Islam, dan itu lebih luas dari langit dan bumi”. ibnu jarir juga meriwayatkan serupa itu dari ibnu abas. Ia juga meriwayatkan serupa itu dari ibnu mas’ud dan sejumlah sahabat lain nya.


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              
I.                  Keutamaan Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa laadhdhaalin
Al-Fatihah Ayat 7
Jalan lurus dan benar yang dimaksud dalam ayat 6 di atas dijelaskan oleh ayat 7 ini, yaitu jalan yang ditempuh oleh para pendahulu dari kalangan orang-orang yang telah dianugerahkan nikmat oleh Allah (Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim). Ayat 7 ini ditafsirkan oleh ayat 69 surah an-Nisa’:
http://www3.pmo.gov.my/webnotesapp/rqrmainm.nsf/9ca3c988a579811f48256722002425dc/40201c1b5b494c5c482566cd0032331a/RqrKaligrafi/0.70?OpenElement&FieldElemFormat=gif
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
            Para Nabi adalah utusan yang dipilih oleh Allah untuk menyampaikan pelajaran kepada manusia. Mereka telah menepuh jalan yang benar yaitu jalan yang di ridhai Allah SWT. Mereka memelihara dan menyampaikan amanah Allah kepada umat mansia, yaitu realisasi dakwah dan tanggung jawab.


                                                                                                                                                                                                                                                                               
Kalimat ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa laadhdhaalin  berarti bukan jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang dimurkai oleh Allah,adapunmereka orang - orang yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala disebabkan mereka mengetahui ilmu, akan tetapi mereka tidak mengamalkan ilmu nya dan memilih jalan kekafiran daripada Islam, memilih jalan kesesatan daripada jalan keselamatan, mereka adalah orang Yahudi dan orang semisal mereka. dan bukan pula sistem kehidupan orang-orang yang sesat, mereka adalah orang yang sesat disebabkan mereka mengamalkan sesuatu tanpa ilmu, mereka beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan tata cara yang tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya,
sehingga mereka beribadah dengan kebodohan, mereka adalah orang Nasrani dan orang semisal mereka.. Ini merupakan permohonan orang mukmin kepada Allah agar perjalanan hidupnya di jauhkan dari jalan yang salah dan sesat. Kata maghdhuub mengacu kepada spesifikasi sampel kelompok oang yang mendapat kemurkaan Allah , yaitu orang-orang Yahudi.  Sedangkan kata adh-dhaalliin adalah orang-orang nasrani. Mereka dikatakan sesat karena perbuatan mereka yang menjurus kepada penolakan terhadap kebenaran yang dibawa nabi Isa AS.




                                                                                                                                                                                                        



MAUIZHAH
1.     Setiap kita melakukan amal yang baik, maka kita diperintahkan untuk membaca basmalah (bismillahirrahmaanirrahiim). Dalam kalimah basmalah mengandung kasih sayang Allah dan keberkatan bagi setiap yang membacanya. Karena itu, amal yang tidak dimulai dengan basmalah akan terputus pahalanya.
2.     Kalimah al-hamdulillah merupakan ungkapan tasyakur seorang hamba kepada Allah SWT. Maka, setiap kali kita mengucapkan hamdalah berarti kita menafikan segala pujian kepada yang lain; dan yang berhak dipuji dan di puja hanyalah Allah.
3.     Sebelum kita memohon sesuatu kepada Allah, alangkah baiknya jika kita terlebih dahulu memuji dan beribadah kepada-Nya.
4.     Agar kita tetap berada pada jalan yang benar dan lurus, maka setiap saat kita perlu memohon kepada Allah agar dianugerahkan hidayah tauhid, hidayah agama, dan hidayah akal yang tercerahkan.
5.     Sebagai panutan yang teladan hidup, kita selayaknya menempuh jejak langkah yang oernah ditempuh oleh para Nabi,Shiddiqin,Syuhada’ dan shalihin. Semua mereka adalah orang-orang yang telah mendapat pengakuan dari Allah sebagai orang yang diberinikmat dan sebagai calon penghuni syurga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar