Kamis, 07 Mei 2015

Malaikat



Malaikat
A.  MAKHLUK GHAIB
                          Makhluk yang diciptakan oleh Allah dibagi 2 macam : pertama yang ghaib (al-ghaib) dan yang nyata (as-syahadah), yang membedakan keduanya adalah bisa atau tidaknya di jangkau dengan panca indera.  Al-ghaib yang bersifat mutlak artinya segala sesuatu yang tidak terjangkau oleh pancaindera siapa pun dan kapan pun, sebab secara harfiah adalah hal-hal yang ghaib  bagi orang tertentu tapi tidak ghaib bagi orang lain. Ghaib pada masa tertentu tetapi tidak ghaib pada masa yang lain disebut al-ghaib an-nisbi. Untuk mengimani wujud makhluk ghaib ada dua cara yaitu pertama melalui berita atau informasi yang diberikan oleh sumber tertentu (bil-akhbar), kedua melalui bukti-bukti yang menunjukkan makhluk ghaib ( bil-atsar) Misalnya Malaikat, kita dapat mengimani dan mengetahui wujud malaikat, pertama melaui akhbar yang disampaikan oleh Rasulullah SAW baik berupa Al-Qur’an maupun Sunnah. Dan kedua, kita dapat mengetahui dan mengimani wujud maaikat lewat bukti-bukti nyata yang ada dalam alam semesta.
B.  SIAPAKAH MALAIKAT ITU?
1.  Pengertian Malaikat
                 Secara etimologis kata Malaikah adalah bentuk jamak dari malak, berasal dari mashdar al-alukah artinya ar-risalah (misi atau pesan). Yang membawa misi atau pesan disebut ar-rasul (utusan). Bentuk jamak lain dari malak  adalah mala-ik. Secara terminologis Malaikat adalah makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dri cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu.
2.   Penciptaan Malaikat
                       Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya, tentang kapan diciptakan oleh Allah SWT tidak ada penjelasanya . Tapi yang jelas, Malaikat diciptakan ebih dahulu dari manusia pertama( Adam AS).
3.   Wujud Malaikat
                        Sebagai makhluk ghaib maaikat tidak dapat dijangkau dengan pancaindra,kecuali malaikat menampilkan diri dalam rupa tertentu,seperti rupa manusia. Malaikat tidak dilengkapi hawa nafsu, tidak memilki keinginan seperti manusia, tidak berjenis kelamin aki-laki maupun perempuan, dan tidak berkeluarga. Hidup dialam semesta yang berdea dengan manusia. Yang mengetahui hakekat malaikat haanyalah Allah SWT.

4.   Sifat Malaikat
                        Malaikat selalu memperhambakan diri kepada Alla dan patuh akan segala perintah-Nya, serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Aah SWT.
5.   Nama dan Tugas Malaikat
                              Jumah Mallaikat sangat banyak, sesama mereka ada perbedaan-perbedaan dan tingkatan-tingkatan, baik dalam kejadian, pangkat maupun kedudukan. Daam surah fathir ayat 1 di sebutkan bahwa Malikat ada yang bersayap dua, tiga dan empat perbedaan jumah sayap tersebut bisa saja berarti perbedaan kedudukan maupun yang lainnya. Sebagian Malaikat ada yang disebut nama-nama mereka dan sebagian lagi hanya dijelaskan tugas-tugasnya saja. Diantara nama-nama dan tugas Malaikat yaitu:
·         Malaikat jibri ‘alaihis salam, bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul-Rasul. Nama lain dari Jibril adalah Ruh Al-Qudus, Ar- Ruh A l –Amin dan An- Namus.
·         Maikat Mikail, bertugas mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam seperti melepas angin, menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.
·         Malaikat Israfil, brtugas meniup terompet di hari kiamat dan hari berbangkit nanti.
·         Malaikat Maut (Malakul Maut), bertgas mencabut nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya.
·         Malaikat Raqib dan ‘Atid, bertugas mencatat ama perbuatan manusia. Selain Raqib dan ‘Atid ada lagi Malaikat kiraman katibin yang bertugas menuliskn amal perbuatan manusia, kemudian adalagi Malaikat hafazhah yang bertugas memelihara segala catatan amalan manusia.
·         Malaikat Munkar dan Nakir, bertugas menanyai mayat dalam alam kubur tentang siapa Tuhannya, apa agamanya dan siapa nabinya.
·         Malaikat Ridwan, bertugas menjaga sora dan memimpin para malaikat pelayan sorga.
·         Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka dan memimpin para Malaikat menyiksa para penghuni neraka.
·         Malaikat yang bertugas memikul ‘Arasy
·         Malaikat yang bertugas menggerakan hati manusia untuk berbuat kebaikan dan kebenaran.
·         Malaikat yang bertugas mendo’akan orang-orang yang beriman supaya diampuni oleh Allah segala dosa-dosanya, diberi ganjaran sorga dan dijaga dari segala keburukan dan do’a-do’a lain.

6.   Manusia lebih mulia daripada Malaikat
                          Ada beberapa alasan yang mendukung penyataan bahwa manusia lebih mulia darpada Malaikat yaitu:
Ø  Allah SWT memerintahkan kepada Malikat untuk (bersujud) kepada Adam AS.
Ø  Malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang al-asma’ (nama-nama ilmu pengetahuan), sedangkan Adam mampu, karena memang diberi ilmu oleh Allah SWT.
Ø  Kepatuhan Malaikat kepada Allah SWT karena sudh tabiatnya, sebab Malaikat tidak memiiki hawa nafsu; sedangkan kepathan manusia pada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa nafsu dan godaan syaitan.
Ø  Manusia diberi tugas oleh Allah menjadi khalifah di permukaan bumi.
7.   Hikmah beriman kepada Malaikat
                                        I.        Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang mencipatakan dan menugaskan para malaikat tersebut
                                       II.        Lebih bersyukur kepada Allah SWT atas perhatian dan perlindungan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya dengan menugaskan para malaikat untuk menjaga,membantu dn mendo’akan hamba-hmbanya.
                                     III.        Berusaha berhubungan dengan Malaikat dengan jalan mensucikan jiwa, membersihkan hati dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, seseorang akan merasa beruntung jika di do’akan oleh para malaikat sebab do’a Malaikat tidak pernah ditolak oleh Tuhan.
                                     IV.        Berusaha selalu berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemaksiatan serta ingat kepada Allah sebab Malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.
8.    JIN,IBLIS, DAN SYAITAN
v  Pengertian Jin, Iblis dan Syaitan
                                    Secara etimologis kata Al-Jin berasal dari kata janna artinya bersembunyi. Dinamai al-jin karena tersembunyi dari pandangan manusia.Kata Iblis menurut sebagian ahli bahasa berasal dari ablasa artinya putus asa. Dinamai Iblis karena dia putus asa dari rahmat atau kasih sayang Allah SWT.Kata syaitan berasal dari kata syatana artinya menjauh. Dinamai syaitan karena jauhnya dia dari kebenaran.
                                    Secara terminologis, jin adalah sebangsa makhluk ghaib (makhluk rohani) yang diciptakan oleh Allah SWT dari api. Bangsa jin juga mukallaf (di perintahkan untuk mengerjakan syari’at agama) sebagaimana manusia,sedangkan Rasul yang mereka ikuti adalah Rasul dari manusia. Bangsa jin itu ada yang patuh dan ada yang durhaka kepada Allah SWT. Tatkala Allah SWT memerintahkan kepada bangsa jin untuk sujud kepada Adam bersama dengan para Malaikat, salah satu dari mereka menentang yang memntang itulah yang dikenal dengan Iblis
                                    Iblis adalah nenek moyang seluruh Syaitan, yang seluruhnya selalu durhaka kepada Allah SWT dan bertekad untuk menggoda manusia mengikuti langkah mereka.
v Hizbu as-Syaitan
                                    Hizbu artinya golongan, partai. Jadi hizbu as-syaitan adalah goongan atau partai Syaitan. Maksudnya orang- orang yang secara sadar atau tidak menjadi pengikut Syaitan. Istilah hizbu as-syaitan bukankah ciptaan manusia, tetapi langsung dari Allah SWT .Syaitan menguasai dan membuat manusia lupa di tempuh dengan dua cara yaitu; tadhlil (menyesatkan) dan kedua takhwif(menakut-nakuti).
                                    Pertama tadhlil : Langkah- langkah yang di tempuh Syaitan (khutuwatu as-syaitan ) dalam menyesatkan manusia yaitu:
a.    Waswasah (bisikan)
                          Syaitan membisikan keraguan, kebimbangan dan keinginan untuk melakukan kejahatan ke dalam hati manusia melalui cara yang sanagat halus sehingga manusia tidak menyadarinya.
b.    Nisyan (lupa)
                    Lupa merupakan hal yang manusiawai, tetapi Syaitan berusaha membuat manusia lupa dengan Allah SWT, atau paling kurang membat manusia menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi kesalahan atau menghindari tanggung jawab.
c.    Tamani ( Angan-Angan)
                           Syaitan berusaha memperdayakan  pikiran manusia dengan khayalan yang mustahil terjadi dan dengan Angan- Angan kosong, Allah mengingatkan kita akan tekad Syaitan untuk membangkitkan angan-anagan kosong pada diri manusia.
d.    Tazyin (memandang baik perbuatan maksiat)
                    Syaitan berusaha dengan segala macam cara menutupi keadaan yang sebenaranya sehingga yang batil kelihatab terpuji dan sebagainya.
e.     Wa’dun (janji palsu)
                    Syaitan berusaha membujuk umat manusia supaya mau mengikutinya dengan memberiakan janji- janji yang menggiurkan yaitu keuntungan yang akan mereka peroleh jika mau menuruti ajakannya.
f.     Kaidun (tipu daya)
                          Syaitan berusaha dengan segala macam tipu daya untuk menyesatkan umat manusia. Akan tetapi tidak akan berpengaruh pada orang- orang yang benar- benar beriman.
g.    Shaddun (Hambatan)
                          Syaitan berusaha menghalang-halangi umat manusia menjalakan perintah Allah SWT dengan menggunakan segaa macam hambatan.
h.    ‘Adawah ( permusuhan)
                          Syaitan berusaha menimbulkan permusuhan dan rasa saling membenci diantara sesama manusia, karena dengan permusuhan itu manusia akan upa diri dan melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah untuk membinasakan musuh-musuhnya.
     



Kedua: takhwif
                          Jika dengan cara tadhlil syaitan tidak berhasil, syaitan akan menakut- nakuti manusia  dengan cara takut menyatakan kebenaran,takut menegakkan hukum Allah, takut meakukan amal ma’ruf nahi munkar karena khawatir dengan segala risiko dan konsekuensinya.
v Usaha-Usaha melawan syaitan
Ada beberapa usaha yang bisa diakukan untuk melwan syaitan :
      i.        Masuk islam secara kaffah (utuh) dan menjauhi semua langkah-langkah syaitan.
    ii.        Selalu menyadari bahwa syaitan adalah musuh utama dan memperlakukannya sebagai musuh
   iii.        Secara praktis Rasulullah mangajarkan beberapa hal
ü  Membaca al- istiazah
ü  Membaca al- ma’uzatin
ü  Membaca ayat kursi
ü  Membaca surah Al- Baqarah lengkap
ü  Membaca zikir
ü  Mengingat Allah SWT
ü  Berwudhu tatkala marah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar